Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
Beranda   Kontak   RSS Feed   Email    
---- Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Timur ----

Dongkrak Nilai Tukar Petani, Pansus RPJMD Utamakan Sektor Pertanian

 
20 Juni 2019

Dongkrak Nilai Tukar Petani,  Pansus RPJMD Utamakan Sektor Pertanian

Panitia Khusus RPJMD DPRD Jatim Ahmad Hadinudin berharap persoalan NTP di Jawa Timur bisa terangkat, pasalnya petani kita selalu berada di pihak yang rugi ketika musim panen tiba. 

Menurut politisi asal Fraksi Partai Gerindra Jatim mencontohkan saat ini  kebijakan Pemprov Bali yang berperan besar dalam bidang pertanian perlu diaplikasikan, agar petani di Jatim sejahtera.

"Saya kira gubernur Khofifah perlu menirunya karena disana memberikan perlindungan terhadap petani lokal," kata Hadinudin .

Hadi menjelaskan, Pemprov Bali memang sangat memperhatikan petani. Dia mencontohkan, Pemprov Bali mewajibkan setiap hotel dan restaurant membeli hasil pertanian di Bali. Disamping itu, Pemprov Bali juga berperan dari sektor hulu dan pemasaran hasil pertanian.

"Mereka mengutanmakan hasil pertanian sebagai penopang utama restaurant dan hotel-hotel di Bali. Saya kira itu poin-poin penting bagi RPJMD," tambahnya.

Keberpihakan kepada petani itu, kata Hadinudin, akan memuluskan regenarasi para petani. Karena itu, Pemprov Jatim secepatnya harus memasukkan kebijakan-kebijakan itu di dalam RPJMD. 

"Mereka melakukan terobosan mulai dari pembenian, pengelolaan lahan dsb sampai kemudian pendistribusain hasil pertanian itu yang difasilitasi dan dibuatkan Peraturan Gubernur dan dikuatkan dengan kabupaten," tegas kader Gerindra itu.

"Permainan pedagang besarnya terlalu besar dan itu harus dikendalikan dan mereka bisa mengendalikan dan memainkan mendatangkan produk impor luar negeri," katanya.

Menurut dia, selama ini, kondisi pertanian di Jawa Timur sangat memprihatinkan karena Pemprov Jatim tidak banyak membantu para petani. Dia mencontohkan, ketika masa panen tiba, harga-harga pertanian sering jatuh dan membuat petani menjerit. Disamping itu, para tengkulak juga 'mencekik' para petani sehingga mereka terpaksa menjual hasil panen dengan harga murah.
"Contohnya ketika panen buah naga dan harga jatuh mana peran pemerintah. Yang digembar-gemborkan kan kredit pertanian, tapi mana buktinya mereka tetap bergantung pada tengkulak," jelasnya.

Kurangnya perhatian terhadap para petani itu membuat generasi muda enggan meneruskan orang tuanya di bidang pertanian. "Generasi muda sekarang lebih senang menjadi sopir ojek online daripada petani," pungkasnya.

Foto Galeri

© 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur. All Rights Reserved