single
Bambang Harianto Selesaikan 39 Usulan Gapoktan

Suara Indrapura: Pengembangan Usaha Pertanian Perdesaan (PUPP) merupakan  program pemberdayaan dalam rangka  meningkatkan kinerja ekonomi  petani di perdesaan. Melalui program PUPP dapat mempercepat upaya mengentaskan masyarakat perdesaan khususnya petani dari  kemiskinan dan pengangguran sesuai dengan tujuan pembangunan  pertanian.

PUPP dilaksanakan melalui fase pelatihan petani dan pengurus gapoktan yang selanjutnya diberikan  bantuan modal usaha kepada petani yang koordinasikan gapoktan.

Sebagai program pemberdayaan, gapoktan PUPP diberikan pendampingan tentang kelembagaan, dengan  harapan dapat menumbuhkan keswadayaan dan partisipasi masyarakat  dalam mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro Pertanian (LKM-P) pada gapoktan PUPP untuk mempercepat proses pembangunan  pertanian di perdesaan.  

Sejalan dengan format penumbuhan gapoktan menjadi kelembagaan tani diperdesaan sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007, maka  Gapoktan penerima BLM PUPP 2008  harus dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi lembaga ekonomi ataupun lembaga keuangan mikro pertanian sebagai salah satu unit usaha dalam Gapoktan sehingga dapat  mengelola dan melayani pembiayaan bagi petani anggota secara berkelanjutan.  

Untuk menentukan  kapasitas kelembagaan gapoktan untuk pembinaan berkelanjutan maka  diperlukan beberapa indicator yang perlu diperhatiakan.

Reses dihadiri tidak kurang dari 150 tokoh masyarakat se Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Demangan Ngrajek Nganjuk, (Kamis 4/08)

Sudjarwo Tokoh masyarakat Ngrajek Nganjuk memohon agar dewan membantu memfasilitasi dan mengkomunikasikan masalah warga tentang  bantuan pemerintah Kab. (dinas Pertanian) bibit kedele dan padi yang kualitas satu. Bibit yang dibagikan pada petani tidak sesuai dengan harapan. Masalah pembebasan tanah untuk jalan Tol, semakin menipisnya jati diri bangsa, semua ini perlu perhatian serius. Ujarnya

Lukito ketua gapoktan Kab. Nganjuk menambahkan bahwa 39 Gapoktan yang saat ini hadir dalam reses sudah mampu menjalankan amanatnya dengan baik, mudah-mudahan anggota petani yang tergabung dalam gapoktan dapat merasakan secara langsung bantuan tersebut. Sementara untuk KTNA perlu pendanaan yang cukup guna menjaring masalah-masalah terkait dengan kebutuhan petani dan nelayan. Papar Lukito   

Bambang Harianto anggota Dapil VII mengatakan bahwa sebanyak 39 Gapoktan yang hadir dalam reses dan sudah mendapat bantuan dari pemerintah Provinsi kaitanya peningkatan kualitas dan produksi petani di dapil VII. Dirinya berharap para gapoktan bersama anggotanya mampu memanfaatkan bantuan dari pemerintah daerah tersebut seoptimal mungkin.

Terkait masalah ganti rugi pembebasan jalan tol yang dinilai sepihak oleh masyarakat nantinya akan dikomunikasikan dan di fasilitasi oleh anggota dewan tingkat Kabupaten.

Masalah semakin menipisnya jati diri bangsa, Bambang juga tidak menampik masalah tersebut. Untuk itu masalah peningkatan kualitas anak didik sekolah perlu diperhatiakan, Fenomena tentang munculnya sekolah RSBI juga sarat dengan nilai politis. Karena RSBI hanya dapat dinikmati oleh anak-anak orang mampu saja, bagi yang kurang mampu walau kualitasnya bagus merasa kesulitan masuk di RSBI. Masalah biaya sekolah gratis yang terus disuarakan masyarakat perlu control dan ditindaklanjuti, Namun demikian anggaran pendidikan tentunya antara daerah Kab/Ko tidak sama bergantung APBDnya masing-masing. Papar Bambang

Bambang berharap wong cilik yang sampai saat ini masih belum mampu meningkatkan taraf hidupnya, tetap bersabar dan jangan patah semangat, giat bekerja dan bergabung dengan gapoktan lain agar lebih banyak pengalaman. Dirinya juga berharap pemerintah daerah kabupaten serius menanggapi kebutuhan masyarakat yang memiliki skala prioritas. Papar politikus gaek dari PDIP ini.