single
Bulog Diharapkan Tingkatkan HPP Meski Pangan Cukup

Suara Indrapura : Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) diharapkan meningkatkan harga pembelian petani (HPP) beras meski pangan cukup memenuhi permintaan domestik.
"Secara data produksi, beras dalam negeri cukup dalam artian produksi memenuhi kebutuhan pangan nasional, tapi Bulog sebaiknya menerapkan HPP yang progresif yaitu disesuaikan dengan harga di tingkat petani," kata Ketua Umum Wahana Masyarakat Tani Indonesia (WAMTI) Agustin Pulungan di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya Direktur Umum Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan bahwa pengadaan beras Bulog selama 2012 hingga 23 Maret 2012 mencapai 1,12 juta ton atau naik 160 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya.

"Harga di petani saat ini tinggi, jadi Bulog tidak bisa membuat harga dengan selera sendiri, tapi juga harus melihat kondisi pasar yang dinamis," tambah Agustin. Ia berpendapat bahwa Bulog lebih baik membeli hasil dari petani dalam negeri dibandingkan mengimpor beras, karena dengan membeli dari petani Bulog memberdayakan petani domestik.

Wakil ketua Komisi B Anna Lutfhi, S.Ag. M.Si. mengatakan surplus produksi beras nasional mungkin bisa terjadi benih unggul, perbaikan irigasi dan mencetak sawah yang luas, tapi surplus nasional tidak menjamin Bulog tidak mengimpor beras, ini yang harus dibereskan," jelas lutfhi.

Ana Lutfhi menambahkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, HPP gabah dan beras rata-rata naik 30 persen mulai 1 Maret 2012.

HPP untuk pembelian gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp3300 per kilogram dan di tingkat penggilingan Rp3350 per kilogram, dengan persyaratan kualitas kadar airnya maksimal 25 persen dan kadar hampa atau kotoran maksimal 10 persen. katanya (Ar)