single
Dapil III; Kembalikan Ikon Situbondoku

Suara Indrapura: Tanaman mangga merupakan salah satu kegiatan tumpangsari petani Situbondo dalam mengelola hasil buminya. Selang beberapa tahun, mangga yang diproduksi masyarakat Situbondo menyebar dimana-mana. Lupa akan keberhasilannya masyarakat petani. Saat ini berusaha akan mengembalikan keberhasilan yang pernah mereka raih. Karena hasil yang capai mempunyai prospek ekonomi  tinggi, maka mangga yang ditanam  warga dengan rasa manis dan aroma khas serta berpotensi terhadap produksi yang menguntungkan.

Peningkatan taraf hidup dan kesejahtraan merupakan harapan setiap orang, hal ini juga menjadi harapan masyarakat Desa Sekar  yang ingin meningkatkan taraf kehidupannya. Dimana  kebanyakan masyarakat daerah tersebut merupakan petani mangga.

Dengan harapan tersebut maka masyarakat dengan swadaya mendirikan Asosiasi Mangga  Sekar  dalam berupaya meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Hal ini disampaikan pada saat reses anggota dapil III Sutrisno, dalam pertemuan  dihadiri para petani mangga, tim penyuluh pertanian serta tokoh masyarakat daerah setempat

Dalam pertemuan tersebut petani mangga mengungkapkan keluhan serta harapan pada anggota dapil III Tris,  panggilan akrab sehari-hari  intinya mereka ingin memajukan asosiasi mangga dan perekonomian masyarakat desa tersebut.

Yusrianto  petani setempat  berupaya meningkatkan produksi pertanian mangga dan ingin menggandeng petani lainnya dengan mendirikan asosiasi mangga sekar dengan biaya swadaya murni dari masyarakat. Tujuannya adalah untuk mempermudah jaring informasi antar sesama petani, dan ingin memperkuat produksi mangga lokal Situbondo. Katanya saat mengikuti reses (selasa 2/08)

Penggagas  Asosiasi Mangga Sekar Kecamatan Kapongan Situbondo menambahkan bahwa petani setempat berharap dapat mengembalikan ikon tanaman mangga prospektif sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebelum petani Probolinggo dan Pasuruan mencuat keberhasilan terhadap hasil mangganya, kabupaten Situbondo merupakan salah satu penghasil mangga terbaik. Namun karena kelestariannya tidak terjaga, maka produksi mangga Situbondo secara berangsur hilang ditelan gemerlapnya petani Probolinggo dan Pasuruan. Katanya

Petani sadar akan hal tersebut, untuk itu dalam jaring aspirasi (Selasa 2/08) para petani berharap ada pelatihan dan bimbingan dalam  memudahkan dalam perawatan dan pemanenan mangga. Seperti saat ini kondisi pohon yang ada sudah cukup tinggi padahal menurut buku petunjuk  tinggi pohon dipertahankan sekitar 2 m dengan cara memangkas cabang dahan pohon secara teratur. Untuk mengatur jumlah buah supaya besarnya seragam, setiap cabang dahan pohon yang akan mengeluarkan buah diusahakan hanya berranting dua. Untuk menjaga mangga menyebar merata dengan posisi mudah dijangkau untuk perawatannya, setiap ranting pohon yang terdapat mangga digantung dengan tali. Katanya

Untuk membuat buah mangga matang dipohon dengan kualitas bagus, setiap buah dilindungi dengan jaring lentur yang digantung dengan tali putih berkait hijau. Buah yang sudah matang akan terlepas dari tangkainya secara alami tanpa dipetik dan tetap terbungkus jaring lentur yang masih menggantung. Dengan demikian kulit mangga yang telah matang tersebut tetap mulus dan tidak rusak. Pada masa panen tiba, pengambilan mangga matang dilakukan setiap hari. Sebenarnya masih banyak lagi teknik yang perlu digali agar kualitas buah mangga dapat dipertahankan.  kata Yusri 

Hal ini di ungkapkan Yusrianto ketua sebagai ketua asosiasi mangga. di daerah tersebut telah terbentuk dua kelompok tani unggulan yaitu pertama  Asosiasi petani mangga sekar , dan yang kedua  Gapoktan melati dua, selain itu juga mengembangkan budidaya pegemukan ikan gurami, lele, ayam arab, cacing serta belut. Katanya

Untuk mengawal ini semua gapoktan didampingi seorang penyuluh  pertanian dan tokoh masyarakat yang sangat ahli dalam hal ini dan banyak inovasi yang dilahirkan yaitu Kang  sugeng ini,” ungkap Eeng  sekretaris Asosiasi Mangga sekar.

”Kita banyak dibimbingnya mulai administrasi sampai pengembangan teknologi pembudidayaannya tambahnya.”      

Dengan melihat dari dekat usaha masyarakat yang begitu bersemangat Sutrisno anggota Komisi B DPRD Jatim dari Dapil III merasa terharu, Dirinya berharap dengan berkembangnya Asosiasi mangga Sekar ini dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat serta menjadikan Kabupaten Situbondo sebagai sentra penghasil mangga.

Jangan lupa kita perlu mengembalikan  ikon Kabupaten Situbondo sebagai gudangnya penghasil mangga,

Sutrisno berharap agar bisa  memodifikasi atau melakukan inovasi produksi mangga. Jangan hanya mangga dipakai buah saja tapi lebih dari itu. Bisa juga dipakai sebagai makanan camilan, makanan kering, sirup, bubuk dan lain sebagainya sehingga dapat dijual dalam rentan waktu yang lama. Papar Politisi Partai gerindra ini.