single
Dapil VI Dukung Peningkatan Ternak Sapi di Kediri

Suara Indrapura: Kegiatan Reses II Tahun 2011 dimanfaatkan oleh Anggota Dapil VI bertemu langsung dengan masyarakat Kediri, Tulungagung dan Blitar. Dengan Komunikasi secara langsung Anggota Dapil VI mengerti kondisi masyarakat yang sebenarnya.

Saat melakukan jaring aspirasi masyarakat di  kecamatan Papar Kab Kediri (Rabu, 3/8), Anggota Dapil VI menerima masukan, terkait permasalahan lingkup peternakan khususnya  sapi dan kambing.

Camat Papar Ahmad menjelaskan bahwa Potensi di daerah ini memang cocok digunakan untuk budidaya hewan ternak seperti sapi dan kambing.  Pemkab Kediri, juga sangat atensi terhadap bidang peternakan sapi, kambing yang mana sesuai dengan visi misi.  Yakni, mewujudkan makmur bersama wong cilik, APBD untuk rakyat betul-betul terlaksana dengan baik. Katanya.

Menurut Renville salah satu anggota Dapil VI Jatim dalam waktu dekat ini akan membahas Peraturan Daerah (PERDA) tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Bahwa Jika dilihat dari kaca mata hukum, hal ini merupakan tindak lanjut dan amanah dari Undang-undang No 18 tahun 2009. Jelasnya.

Nampak hadir Ketua Komisi B Renville Antonio, Subianto, Joko Kades Papar, Ahmad Camat Papar, serta warga kelompok peternak Sapi dan Kambing. Jaring aspirasi masyarakat dari dapil VI ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan peternakan.

Jawa Timur merupakan prov.penghasil ternak bahkan mampu mensuplai provinsi lainnya seperti halnya Jabar, Banten dan Jakarta. Dengan masuknya daging dari Australia ke  daerah konsumen berdampak pada peternak sapi di Jatim. tutur Ketua Komisi B Jatim. Karena sapi Australia

Menurut politisi muda partai Demokrat murahnya harga sapi disebabkan  sistem penanganannya yang berbeda. Satu peternak di Australia mempunyai lahan seluas  3-4 hektar dengan cara sapi di lepas, makan sendiri malam dimasukkan lagi. Katanya. 

Harga daging sapi disana 1,7 US dolar, jika dalam rupiah perkilogramnya mencapai Rp 15.000,00-Rp 17.000,00. Sedangkan harga Rp. 18.000,00 masuk di Indonesia, ini sudah termasuk ongkos angkut. Lanjutnya.

Jawa Timur memiliki 11 fitlauter yang membutuhkan sapi bakalan. Dinas Peternakan diharapkan mampu mencari daerah-daerah yang memproduksi sapi bakalan, contohnya di Bojonegoro.

Sebenarnya wilayah Kediri bagian Barat cukup berpotensi untuk dikembangkan walaupun harganya tetap, dan relatif cukup mahal yakni, antara Rp 22.000-Rp 21.000, jika fitlauter bersedia hal ini tentu untuk kemajuan peternakan di Indonesia. Sambungnya. Renville menghimbau kepada para peternak, dalam melakukan transaksi jual beli di pasar harus berdasarkan berat badan dan harus di timbang. Imbuhnya. Permasalahan kebijakan pemerintah perlu untuk di tindak lanjuti seperti pemberian insentif misal, jika ada sapi betina bunting maka di berikan insentif sebesar Rp 500.000 asal sapi sampai lahir. Katanya. Tetapi terkadang program tidak sejalan.  Renville menambahkan di daerah Krian hampir 90% yang dipotong adalah sapi betina, hal ini sunguh mengkawatirkan. Keberlangsungan keberadaan sapi di Jawa Timur supaya  tidak sampai terjadi putus. Lanjutnya

Anggota Dapil lainnya Subianto menjelaskan bahwa  dalam TUPOKSI (Tugas pokok dan fungsi)  Dewan yakni, pertama legeslasi membuat peraturan perundang-undangan. kedua, penganggaran budjeting. Ketiga, pengawasan. Dewan berharap dalam kunjungan ini, memperoleh masukan sebagi bahan dalam penyusunan perda, dan kebijakan-kebijakan pemerintah. Hal ini tentu dalam rangka menuju Jawa Timur menjadi Provinsi pertanian termasuk didalamnya adalah peternakan.

Subianto yang juga bergelut dalam dunia pertanian dan koperasi ini menambahkan, hubungan antara pertanian, peternakan, ketahanan pangan, dan perekonomian, yakni keempat hal ini tidak dapat dilepaskan, peternakan itu mendorong perekonomian, jika mendapatkan hasil yang baik. Ekonomi jika tumbuh dengan baik maka angka pengangguran kemiskinan juga menjadi berkurang, begitu halnya penyedia protein hewani yang berasal dari telur, daging, susu, penyediannya adalah peternak. Katanya. 

Oleh karenanya melalui kegiatan reses, dewan sangat berharap sekali kepada masyarakat guna untuk memperoleh masukan terkait pembahasan ini. Hal ini tentunya sesuai dengan visi dan misi Jawa Timur, mewujudkan kemakmuran untuk wong cilik, dan APBD untuk rakyat betul-betul terlaksana dengan baik. Katanya.

Sebagaimana program Jawa Timur  di bawah kepemimpinan Pakdhe Karwo yang Pro Rakyat, minifitmil hal ini tentunya jelas membantu masyarakat khususnya peternak. Seperti halnya bantuan sapi betina bunting, bantuan insentive, hal ini adalah program pro rakyat. Maka program seperti ini perlu dikembangkan dan nantinya dapat bermanfaat bagi rakyat dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Katanya.