single
Dapil VI : Peternak Jatim Perlu Dilindungi Regulasi

Suara Indrapura: Jatim memiliki Kondisi geografis yang menguntungkan bagi para petani,peternak dalam mengembangkan usahanya. Maka tidak heran apabila Jatim menjadi Provinsi penghasil hasil pertanian dan ternak bahkan mampu mensuplai ternak ke beberapa daerah di Indonesia.

Pada kegiatan Reses II tahun 2011 Anggota DPRD Prov Jatim dimanfaatkan bertemu langsung dengan masyarakat daerah pemilihan masing-masing. Agenda reses dilakukan selama enam hari mulai tanggal 1 s/d 6 Agustus 2011.

Anggota Dewan dari Dapil VI ( Blitar,Kediri,Tulungagung) Renville Antonio, Subianto dan Arief Setiawan pada kegiatan reses di Tulungagung kamis (4/8)  dihadiri oleh Suparwoko Kepala Dinas Peternakan Prov. Jatim, serta 94 orang peserta pengusaha ternak kambing, daging,  telur serta tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar,  Anggota Dewan banyak disambati masyarakat masalah kelangsungan nasib para petani dan peternak yang nyaris gulung tikar. Hal tersebut dikarenakan turunnya harga ternak sementara  biaya pakan serta operasionalnya sangat tinggi.,

Wilayah Blitar,Kediri,Tulungagung merupakan wilayah penghasil ternak yang patut mendapat acungan jempol. Contohnya daerah Tulungagung memiliki potensi dalam peternakan khususnya sapi perah, contoh di Pager Wojo, sendang,dan lain lain  kata Subianto Anggota Dapil VI. Keberadaan peternak disini perlu mendapat perhatian serius. Mengingat keberadaan peternak sebagai penyedia kebutuhan protein hewani. Seperti, susu, telur, daging. Sebagaimana yang menjadi penggeraknya adalah para peternak. Sehingga perlu ditingkatkan keberadaan para peternak, sehingga kedepan fungsi dan manfaat peternakan disamping dikaitkan dengan pembangunan manusia, maka anak-anak didik generasi penerus bangsa mampu tumbuh dengan cerdas. Jelasnya.

Renville Antonio anggota Dapil VI yang juga Ketua Komisi B DPRD Jatim merasa prihatin dengan nasib para peternak di Jatim, oleh karenanya dirinya benar-benar memanfaatkan kegiatan reses ini untuk mencari masukan langsung dari masyarakat dewan berusaha membantu dan melindungi nasib peternak yang nantinya sebagai referensi baginya dalam penyempurnaan draft Raperda Peternakan dan kesehatan Hewan yang saat ini dalam proses pembahasn oleh Komisi B Jatim.Raperda tersebut amanah dari Undang-Undang No 18 tahun 2009. Sambungnya.

Renville, menegaskan hal ini kita tidak hanya mengambil atau copy paste yang ada di Undang-undang, akan tetapi ada hal-hal yang harus disesuaikan dan dimasukkan berdasarkan permintaan atau kebutuhan masyarakat Jawa Timur. Tuturnya. Harapan yang ingin dicapai ingin mendapat masukan dari berbagai stakeholder sehingga nantinya mendapat hasil yang optimal.

Arif Hari Setiawan Anggota Dapil Vi dari Fraksi PKS menambahkan, potensi peternakan di Indonesia adalah nomor satu, dengan jumlah populasi 4,4 Juta tertinggi di seluruh Indonesia.

Arif, mengusulkan pada Badan Anggran (banggar) Jatim  untuk pertanian, perkebunan, peternakan, tanaman pangan, perikanan, supaya ditingkatkan lagi, untuk pertanian APBD tahun 2011 sebesar 2%, dari 10 Triliun. Pada 2012 grafik mengalami peningkatan sebesar 3 %.

Arif menegaskan, dalam usulannya perlu adanya tambahan item yang diperlukan oleh masyarakat petani, hal ini untuk menganalisa  separo angkatan kerja di Jawa Timur dalam Pertanian, Peternakan, Perikanan, lepas, sehingga kondisi ini menjadi letak angka kemiskinan di Jawa Timur.

Provinsi Jawa Timur merupakan pusat Agrobis terkemuka, hal ini adalah cita-cita dari Provinsi ini. Sehubungan dengan hal ini, tentunya perlu kerja sama yang baik, seirama kabupaten kota dengan provinsi. Tegasnya.