single
Dewan : Pencari Kerja Produktif Perlu Skill Yang Cukup

Suara Indrapura : Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jatim menyatakan pencari kerja baru yang terdaftar pada tahun 2011 yang didasarkan kelompok pendidikan ternyata paling banyak berusia 20-29 tahun sebanyak 217.004 orang (53.21%). Sementara, untuk usia 15-19 tahun sejumlah 99.333 orang (24.36%) dan umur 30-34 tahun 78.395 orang (19.23%). Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransduk Prov Jatim, Drs Bambang Sutaryo, M.Si, di Surabaya, Senin (19/3) mengatakan, pencari kerja yang terdaftar selama tahun 2011 yang tercatat di 38 Dinas ketenagakerjaan se Jawa Timur sebanyak 407.677 orang yang terdiri dari 210.692 laki-laki atau 51.68% dan 197.985 wanita atau 48.32%. Dia menjelaskan, pendaftaran pencari kerja pada tahun 2011 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan pendaftaran pencari kerja pada tahun 2010 sebanyak 292.814 orang (254.92%). Jika berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) per agustus 2011, komposisi penganggur lulusan SD sebanyak 22,87% dan SLTP sebanyak 25.20%. Hal itu disebabkan karena sistem informasi bursa kerja telah menyebar ke masyarakat, mendorong pencari kerja untuk datang, mendaftar dan melamar pekerjaan di dinas yang membidangi ketenagakerjaan di Kab/Kota. Selain itu, katanya, adanya kerjasama jejaring bursa kerja memungkinkan diperolehnya laporan penempatan tenaga kerja yang dilaksanakan oleh lembaga Bursa Kerja Lembaga Latihan dan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Drs. M. Ibrahim Adib, SH. mengatakan pencari kerja terdaftar tahun 2011 di Jawa Timur didominasi katagori pencari kerja usia muda. Jika berdasar tingkat pendidikan, terbanyak berada pada kelompok pendidikan SMK sebanyak 124.500 orang (30.54%), SMU sebanyak 111.365 orang (27.32%) dan SLTP sebanyak 101.203 orang (24.82%). Dilihat dari jenis kelamin, pendaftaran pencari kerja terbanyak adalah laki-laki sebanyak 210.692 orang (51.68%) dan wanita sebanyak 196.985 orang (48.32%). Katanya.

Lebih lanjut Adib menambahkan kondisi tersebut, katanya, disebabkan pada umumnya banyak pencari kerja aktif yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kab/ Kota adalah lulusan SLTA sederajat (SMU dan SMK) baru lulus pendidikan yang mau masuk dunia kerja. Selain itu, jumlah pencari kerja lulusan SMK lebih banyak dikarenakan ada program pembentukan dan jejaring Bursa Kerja Khusus (BKK) dan sosialisasi kegiatan Penyuluhan dan bimbingan jabatan (PBJ) banyak di lakukan di setiap satuan pendidikan SMK. Dibanding tahun 2010, pencari kerja terbanyak terdaftar lulusan S1 sebanyak 30.118 orang 26.22%.

Melihat data diatas, untuk memetakan potensi kesempatan kerja baik formal maupun informal yang selama ini tidak terdata di luar sektor ketenagakerjaan maka diperlukan pendekatan dan strategi yang baik guna mendapatkan informasi dan memanfaatkan potensi kesempatan kerja, dimana target menempatkan tenaga kerja di Jawa Timur tahun 2012 sebanyak 350.000 orang.

Namun demikian, tambahnya, perlu juga diperhitungkan penambahan angkatan kerja baru dari lulusan dunia pendidikan yang akan menambah jumlah penganggur baru di Jawa Timur, dimana per agustus 2011 berjumlah 821.546 orang (4.16%). Ada tiga program unggulan yang telah dicanangkan Disnakertransduk Jatim untuk membantu penurunan pengangguran di Jatim, meliputi program pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan untuk penempatan atau 3in1 plus-plus dan menjaga program menjaga harmonisasi hubungan industrial di Jawa Timur. katanya (Aris)