single
DPRD Jatim Berharap Sektor Wisata Jadi Pintu Recovery Ekonomi

DPRD Provinsi Jawa Timur mengharapkan sector wisata menjadi pintu recovery ekonomi di Jawa Timur. Untuk itu, sector pariwisata ini harus segera mendapat perhatian dari APBD Jatim 2021.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad mengatakan bahwa sector pariwisata ini mempunyai multiplayer effect yang cukup besar terhadap sector ekonomi lainnya. Terlebih lagi, dengan melihat kondisi saat ini maka sector pariwisata mempunyai peluang cukup besar untuk menggerakkan ekonomi.

Politisi dari Partai Gerindra ini mengatakan, kemungkinan masyarakat saat ini banyak yang mengalami kejenuhan setelah satu tahun lebih banyak bediam diri di rumah akibat pandemi Covid-19. Dengan kondisi ini maka mereka akan cenderung untuk melakukan traveling mencari tempat tempat wisata.

“Tapi, karena masih dalam suasana seperti ini pasti tidak akan jauh atau di Jawa Timur saja. Hal ini bisa memberikan peluang yang besar pada eksplorasi destinasi wisata yang baru-baru,” katanya saat di DPRD Jatim, Kamis (7/1/2021).

Terlebih lagi, lanjut Sadad, saat ini banyak kabupaten dan kota  di Jatim yang memiliki potensi wisata cukup bagus. Bahkan, jika pengelolaannya baik akan menjadikan tempat – tempat wisata itu mampu besaing dengan wisata kelas dunia sekalipun. Sadad menyebutkan beberapa tempat wisata di Jatim yang memiliki potensi cukup bagus di antaranya, Air Terjun di Bondowoso yang mirip Niagara di Amerika, kemudian ada Wisata B-29 di Lumajang yang dikenal dengan Negeri di atas awan, ada lagi Wisata Sunrise di Desa Blarang Kabupaten Pasuruan, serta Sungai Maron di Pacitan dan lainnya.

Untuk optimalisasi tempat-tempat wisata tersebut maka membutuhkan sentuhan dari Pemprov Jatim, khususnya dalam bidang anggaran . Di antaranya untuk pembangunan infratruktur akses masuk ke lokasi wisata terseut. Kemudian, untuk pengelolaan bisa membedayakan anak anak muda di desa wisata.