single
DPRD Jatim Dukung Penerapan Sanksi Pelanggar PPKM

Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Hadi Dediansyah mendukung upaya penegakan protokol kesehatan oleh Satpol PP, Polisi serta aparat keamanan lainnya. Hal ini seiring dengan masih banyaknya tempat hiburan malam yang terindikasi melanggar jam malam sesuai ketentuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 15 daerah di Jawa Timur.

Hadi menandaskan bahwa selama pemberlakukan PPKM yang sudah berlangsung sepekan ini, sebenarnya masyarakat kecil sudah banyak yang taat. Ketika sudah masuk jam malam, mereka sudah langsung pulang ke rumah.

“Setiap saya keliling di Surabaya maupun Sidoarjo, mulai dari jam 8 malam itu masyarakat sudah bergegas ke rumah masing-masing,” harap Hadi Dediansyah, Senin (18/1/2021).

Akan tetapi, berlawanan dengan kepatuhan masyarakat kecil tersebut, tempat hiburan malam dan para penikmatnya malah banyak yang melanggar. Terbukti, tempat hiburan malam di Surabaya seperti Holywings Gold belanggar jam malam dan akhirnya mendapatkan sanksi berupa penyegelan.

“Yang perlu ditekankan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Satpol PP beserta tim kepolisian maupun Kodam itu butuh peningkatan operasi setiap malam,” tandas Politisi Partai Gerindra ini.

Bahkan, saat melakukan sidak, Dedi mendapati banyak pelanggaran protokol kesehatan di dalam tempat hiburan malam tersebut. Antara lain tidak ada jaga jarak, dan juga tidak ada yang memakai masker. Dedi menegaskan, kondisi itu sebagai salah satu contoh tidak menerapkan protokol kesehatan sama sekali.

Untuk itu, dia meminta adanya perhatian khusus pada tempat-tempat hiburan malam dan cafe pada pelaksanaan PPKM. Kondisi yang ada pada tempat hiburan malam ini menjadi kajian khusus komisi A DPRD Jatim untuk selanjutnya mengharapkan Satpol PP dan tim hunter harus lebih meningkatkan jam kerja dan operasionalnya.

Upaya tersebut tak lain bertujuan untuk menghindari atau bahkan memutus penularan Covid-19 terlebih lagi munculnya klaster baru. “Yang menjadi persoalan masyarakat bawah bisa mentaati, tapi para penikmat hiburan malam ini tidak ada yang mengindahkan sama sekali. Makanya perlu peningkatan operasi malam oleh satpol PP sampai masa berlakunya PPKM di wilayah Jatim,” pintanya.

Dia juga mendukung penuh penindakan secara tegas pada tempat hiburan malam yang melanggar. “Artinya protokol kesehatan sesuai dengan perda kan sekitar 25 persen untuk wilayah hiburan malam. Atau mungkin maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada. Tetapi yang terjadi sebaliknya. Bahkan Holywings Gold ini kan overlap,” tadas Hadi.