single
Gubernur Rajin Bawa Misi Dagang Antar Propinsi, Inikata Dewan Jatim

Anggota Komisi B DPRD Jatim Eko Prasetyo Wahyudiarto mengatakan pihaknya mendukung langkah yang dilakukan gubernur Khofifah dalam mendongkrak perekonomian Jatim ditengah pandemic Covid-19. Salah satunya dengan membawa misi dagang ke luar propinsi Jatim.

 

“Beberapa waktu lalu, bu gubernur ke Riau dan beberapa propinsi lainnya dengan menggunakan misi dagang antar propinsi. Ini jelas sebuah terobosan yang baik dan sangat menguntungkan Jatim. Saya optimis bisa mendongkrak peningkatan perekonomian Jatim ditengah pandemi Covid-19,”jelas politisi asal Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya, sabtu (1/5/2021).

 

Diungkapkan oleh Eko, perdagangan antar daerah sangat potensi. Penduduk Indonesia jumlahnya hampir  270 juta sehingga hal ini merupakan pangsa pasar yang begitu besar, yang ingin dicoba sisir. “ Inilah yang sedang diupayakan disisir oleh gubernur Khofifah,”jelasnya.

 

Ditambahkan oleh Eko, masa pandemi tahun 2020,  saat ini neraca ekspor Jatim menunjukkan minus Rp 8,1 trilliun, namun perdagangan antar pulau   justru menunjukkan angka surplus. Surplus dari perdagangan antar daerah Jatim mencapai Rp 91 trilliun.

 

Pria asal Pacitan ini lalu mencontohkan misi dagang Jatim ke Kepulauan Riau yang baru saja digelar gubernur Khofifah bersama rombongan di Riau “Berdasarkan data BPS tahun 2020, nilai bongkar muat Jatim-Kepri nilainya mencapai Rp 216,24 miliar. Terdiri dari bongkar (Kepri ke Jatim) sebesar Rp 21,47 miliar, dan muat (Jatim ke Kepri) sebesar Rp 194,77 miliar. Banyak sekali produk Jatim yang kita perdagangkan ke Kepri,”jelasnya.