single
Gubernur: Aktivitas Gunung Bromo Menurun

Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo menyatakan aktivitas Gunung Bromo mulai mengalami penurunan. Ini terlihat dengan adanya asap berwarna putih yang keluar dari kawah  dan tidak lagi cokelat seperti dua hari sebelumnya.

Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo, usai menghadiri paripurna, di Gedung DPRD Jatim, Kamis (25/11) sore mengatakan,turunnya aktivitas gunung ini berasal dari laporan dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Meski dinilai ada penurunan, pihaknya tidak gegabah untuk mengubah status awas.

Status awas (level IV) Gunung Bromo akan dipertahankan selama tiga hari ke depan. "Meskipun aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 2.329 meter dari permukaan air laut itu mengalami penurunan. Tetap menunggu tiga hari. Ada waktu untuk menunggu minimal aktivitas gunung," tegasnya.

Meskipun demikian, gubernur tetap mengingatkan masyarakat sekitar untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya karena sewaktu-waktu letusan Gunung Bromo bersifat eksplosif.

Untuk penanggulangan bencana, dan proses evakuasi, gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada Satkorlak Probolinggo, dan penanggung jawabnya dipegang oleh Bupati Probolinggo, Hasan Aminuddin. Sementara ketua tim penanganan pengungsian diserahkan  kepada kepala Polres Probolinggo dan komandan Kodim setempat

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah menyiagakan sedikitnya 250 orang lebih tenaga sukarelawan untuk membantu proses evakuasi.

Untuk proses pengamanan warga dari semburan gunung, pihaknya telah menyiapkan dua skenario upaya penanganan meningkatnya status gunung Bromo. Dua skenario itu, yakni dengan penutupan daerah seluas 3 km dari Gunung Bromo dan skenario kedua,yakni penutupan area seluas 6 km dari Gunung Bromo.

Jika aktivitas Gunung Bromo dinilai sangat mengkhawatirkan, gubernur bersedia mengganti hewan ternak warga. Hal ini untuk menghilangkan rasa kekhawatiran warga akan hewan ternaknya, sehingga mau mengungsi. "Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi kalau iya, kami bersedia tanggung hewan ternaknya, sehingga warga mau tinggalkan tempatnya," ujarnya.

Untuk penanggulangan,dan proses evakuasi korban bencana pemprov menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar melalui APBD. Dana ini juga akan dipakai untuk mengganti hewan ternak warga." Tidak pakai APBN, tetapi menggunakan APBD provinsi dulu," ungkapnya.

Menurut rencana, Kepala PVMBG, Surono, akan memaparkan perkembangan aktivitas Gunung Bromo di depan Wakil Presiden RI, Prof Dr Boediono.Selain memaparkan Gunung Bromo, wapres RI juga ingin mengetahui perkembangan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Dalam kunjungan wapres di BPWS tersebut, gubernur juga akan mempresentasikan kondisi Jatim, dan perkembangan bencana. Boediono dijadwalkan membuka Kongres II Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).