single
Harga Cabai Rawit Anjlok, Pemerintah Diminta Suntik Petani Dana Bergulir

Anggota komisi B DPRD Jatim Achmad Iwan Zunaih mengatakan pihaknya berharap kepada pemerintah memberikan bantuan bergulir untuk petani cabai di Jatim. Alasannya, saat ini harga cabai anjlok sehingga petani merasa kesulitan untuk menyambung hidup.

“Perlu ada kebijakan yang layak untuk petani cabai di Jatim. Misalnya bantuan dana bergulir. Harapannya para petani agar tetap bisa bertahan hidup ditengah anjloknya harga cabai di Jatim,”ungkap pria yang akrab dipanggil gus Iwan dikonfirmasi, Rabu(8/9/2021)

Politisi asal Partai nasDem ini mengungkapkan diakui olehnya anjloknya harga cabai   rawit akibat produksi yang melimpah. Selain itu, dampak PPKM juga memengaruhi karena serapannya yang tak maksimal hanya 50 persen. Banyuwangi dan Madura mengalami puncak panen pada Oktober 2021, PPKM menyebabkan banyak hotel, restoran, kafe, dan PKL yang tutup.

Sementara itu, data dari Dinas Pertanian Jatim diketahui bahwa menyebut pada September 2021 produksi cabai rawit diperkirakan mencapai 33.763 ton, dan pada Oktober mendatang 22.447 ton. Secara umum sampai akhir tahun totalnya mencapai 426.571 ton, sedangkan untuk konsumsi pangan setahun, sekitar 66.958 ton

Sedangkan berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) rata-rata Rp 15.581 per kilogramnya.