single
Hikmah Bafaqih Terpilih Menjadi Ketua Perempuan Bangsa Jatim

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih terpilih menjadi Ketua DPC Perempuan Bangsa (PB) Jatim. Hikmah terpilih secara aklamasi dalam musyawarah wilayah PB Jatim yang berlangsung Minggu (11/4/2021).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim ini mengungkapkan sejatinya yang aktif dan bersama PB sebagian besar tetaplah Muslimat NU dan Fatayat NU. Karena PB adalah Banom partai, maka kerja-kerja politik kepartaian tentu menjadi lebih kental.

"Namun ceruk suara perempuan lain pasti tetap menjadi garapan. Hal itu linier dengan platform PKB sebagai partai yang inklusif," ujar Hikmah Bafaqih, Senin (12/4/2021).

Untuk jangka pendek, Hikmah mengatakan targetnya segera melaksanakan disiplin gerak sebagai banom partai dengan aktivitas yang terukur. Konsentrasi PB itu tentu adalah menjadi representasi utama partai dalam menguatkan dan mengadvokasi isu perempuan, anak serta kelompok marginal rentan lainnya.

"Target utama tentu menguatkan basis elektoral perempuan. Ini kontribusi yg jelas harus dapat diukur," tegas mantan Ketua PW Fatayat NU Jatim ini.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah berharap PB sebagai salah satu badan otonom (Banom) Partai Kebangkitan Bangsa diharapkan bisa memperkuat basis pemilih PKB pada Pemilu 2024 yang akan digelar serentak.

Menurut Ketua Perempuan Bangsa Jatim demisioner itu, tak bisa dipungkiri basis pemilih perempuan untuk PKB berasal dari anggota dan kader Fatayat serta Muslimat NU. Karena itu, PB diminta memperkuat basis suara tradisional PKB tersebut.

"Satu diantara hasil Muswil PB ini kita memperkuat basis tradisional pada Muslimat dan Fatayat. Selain juga ekspansi jaringan di luar ceruk tersebut. Utamanya kelompok perempuan milenial," imbuh Anik.

Perempuan pertama yang menjadi pimpinan DPRD Jatim pasca reformasi ini menambahkan, agenda terpenting dalam Muswil PB Jatim ini adalah membahas supporting perempuan dalam kemenangan PKB di pemilu 2024 nanti. Salah satunya adalah sedini mungkin melakukan rekruitmen calon legislatif. Baik dari kalangan perempuan maupun dari kalangan generasi millennial (GenZ) perempuan.

Langkah ini dilakukan karena jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan hasil survey pemilih PKB di pemilu 2019 lalu lebih banyak perempuan dengan usia matang mayoritas 40 tahun.

“Maka saat inilah waktunya kita menangkap bonus demografi bahwa perlu merekrut perempuan dari generasi millennial untuk mensupport kemenangan mutlak PKB di Pileg, Pilpres maupun Pilkada serentak tahun 2024,” tandas alumnus UNESA Surabaya tersebut.