single
Iklim Investasi Meningkat, Angka Pengangguran Di Jatim Menurun

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak mengatakan selama kurun waktu tahun 2021 ditengah pandemi Covid-19 di Jatim, iklim investasi mengalami kenaikan.

“Dari data BPKM Jatim investasi di Jatim mengalami kenaikan sebesar 33,3% dibandingkan tahun 2020 mencapai 78,3 T dan tahun 20219 mencapai 58,5 Triliun,”jelasnya di Surabaya, Kamis (15/4/2021).

 

Dikatakan oleh Sahat, dengan kenaikan investasi tersebut bisa dipastikan akan mengurangi angka pengangguran di Jatim. “ Bilamana ada pendapat yang menyatakan peningkatan investasi tidak linier dengan pengurangan pengangguran itu tidak lah benar,”jelas pria yang juga sekretaris Golkar Jatim.

 

Sahat menjelaskan penambahan investasi yang dilakukan pelaku usaha itu berkaitan dengan penambahan barang atau capital modal atau inestasi berkaitan dengan alih teknologi.

 

“ Jika adanya peralihan mesin yang yang canggih sehingga tidak memerlukan tenaga kerja tentunya untuk mendongkraknya perlu peran Kerjasama Pemprov dan pemkab/pemkot untuk memotivasi pelaku usaha tersebut untuk tetap menggunakan basis tenaga kerja,”jelasnya.

Ditambahkan oleh Sahat, peningkatan investasi dapat dipastikan dapat menyerap tenaga kerja. “ Harapannya dengan adanya peningkatan investasi tersebut dapat menyerap tenaga kerja lama maupun baru supaya angka penggangguran bisa  ditekan,”jelasnya.

 

DPRD Jatim sendiri, sambung Sahat, mendukung langkah Pemprov Jatim untuk menarik investasi ke Jatim terlebih berusaha mempertahankan pelaku usaha asing di Jatim untuk tidak keluar ke Jatim.