single
Ir. Moch. Syamsul Arifin usai sosialisasi

Suara Indrapura : Anggota Komisi B Ir. Moch. Syamsul Arifin usai sosialisasi (Rabu,9/05) mengaku prihatin melihat kondisi petani yang ada di Kab. Malang, karena sekarang banyak petani apel yang gulung tikar karena keberadaan apel impor yang menjamur dimana-mana. Apel Batu Malang masih tetap seperti dulu rasa asam manis, warna kurang menarik serta bentuknya kecil  blirik terkesan kurang segar.

Politisi asal partai Hanura ini menghimbau agar para petani tetap mempertahankan tanaman apel lokal khas Batu. Masalah tingginya biaya akan dicarikan solusi bijak terkait pelestarian pertanian apel khas Batu. Jika buah apel sudah tidak menjanjikan lagi, dengan system tumpangsari akan dapat melestarikan apel khas Batu yang selama ini masih banyak peminatnya. Papar Syamsul

Masih menurut Syamsul menciptakan lapangan pekerjaan khususnya bagi para perempuan menjadi harapan besar. Dalam Kondisi perekonomian yang sulit para perempuan dituntut mampu membantu suami mencari tambahan penghasilan. Maka tidak hanya ucap saja lilik mewujudkan keinginannya dengan memberi Pelatihan kepada kaum perempuan sehingga memiliki ketrampilan. Salah satu bukti perkumpulan ibu-ibu PKK yang tergabung dalam industry kecil di Karlos Karang Ploso Batu  pembuat kripik tempe,  gayam, Kripik pisang,  jamu serta hasil produksi lainnya.

Sejumlah ibu-ibu PKK  mengutarakan setumpuk keinginannya kepada Lilik guna memajukan hasil produksinya. Mulai dari penambahan modal sampai dengan kemudahan mendapatkan ijin mendirikan usaha.

Usai sosialisasi langsung bertemu dengan masyarakat petani dilokasi merupakan kesempatan yang baik untuk mengetahui apa yang diinginkan masyarakat serta potensi apa yang mampu digali untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di Jawa Timur.

Politisi yang dekat dengan masyarakat ini merasa optimis bahwa masyarakat Batu dan Malang memiliki peluang bisnis yang baik. Katanya dengan nada optimis. (Masbuchin)