single
Jatim Potensi Pengemban Pengembang Perekonomian Jawa

Suara Indrapura :Provinsi Jawa Timur layak ditetapkan sebagai daerah basis untuk pembangunan dan pengembangan perekonomian di Pulau Jawa. Ini dikarenakan, segi keamanan yang relatif kondusif dan arus lalulintasnya tidak begitu padat serta memiliki pelabuhan yang memadai sehingga memudahkan menarik minat para investor asing berinvestasi.
Gubernur Jatim Dr H Soekarwo yang akrab dipanggil dengan sebutan Pakde Karwo, di sela-sela memberikan sambutannya pada apel pagi jajaran pegawai Pemprov Jatim di Pahlawan 110 Surabaya, Kamis (5/07) mengatakan, pemerintah pusat menetapkan Jatim menjadi basis pembangunan perekonomian di Jawa. “Kalau di Jateng, terdapat kekurangannya yakni tidak mempunyai pelabuhan yang memadai. Sebab, Pelabuhan Tanjung Emas di Jateng ini selalu terkena banjir ROB,” ujarnya.
Selain itu, Pakde juga membandingkan dengan provinsi lainnya seperti DKI Jakarta yang saat ini mempunyai kendala besar pada hal transportasi jalannya yang terjadi kemacetan di sejumlah tempat di Jakarta. Tidak itu saja, di Provinsi Jabar juga memiliki kekurangan yakni pada faktor keamanan yang dininlai kurang kondusif jika dibandingkan dengan Jatim.
“Jatim ini bisa dibilang juga macet tapi dianggap tidak begitu parah dengan Jakarta. Sementara anggapan internasional imagenya pada Jabar kurang bagus yakni pada faktor keamanan. Kalau di Jatim relatif keamanan bagus,” katanya.

Sementara itu anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto mengatakan dalam pengembangan perekonomian perlu fasilitasi penelitian dan pengembangan karena hanya dengan berinovasi kita bisa merespons tantangan,"

Dengan inovasi itu, perindustrian dalam negeri akan semakin dapat dikembangkan untuk mendukung daya saing produk nasional. Untuk itu, Bianto mengemukakan konsep "triple helix" yaitu kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, dan lembaga penelitian yang dinilai akan sangat efektif dalam melahirkan berbagai bentuk inovasi.

Selain itu, ia juga menginginkan Kadin meningkatkan ekspor produk dan penetrasi pasar domestik Indonesia serta mengembangkan kemampuan ekonomi daerah dengan mengoptimalkan peran Kadin di daerah.
Bianto menambahkan, Jawa Timur selama beberapa tahun terakhir ini telah menjadi negara tujuan investasi yang menarik dan memiliki daya saing global yang terus meningkat.

Anggota Komisi B berharap Kadin Indonesia memanfaatkan peluang tersebut dengan membangun kemitraan yang lebih baik dan tangguh. Kata Bianto politisi Partai demokrat dan sekaligus pengamat ekonomi ini.

Pakde Karwo menambahkan jika dibandingkan dengan Provinsi Jateng Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)nya terhadap pendapatan nasional berjumlah 8,5% dan cenderung terus stagnan bahkan menurun. Sedangkan Jatim, PDRBnya 15,55% hampir sama dengan Jakarta. “Tahun 2012 jika kita bisa melampaui Jakarta posisi ekonomi budayanya maka saya kira harga tanah di Jatim juga ikut naik pula,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, untuk mewujudkan semuanya diperlukan kedisiplinan. Kalau tidak bisa disiplin dimulai dari rumah tangga dan pekerjaan maka sulit untuk mewujudkannya. “Dispilin itu adalah perjanjian terhadap dirinya sendiri. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih karena adanya kedisiplinan sehingga ada outputnya yang berkembang. Di internasional image, di Indonesia tempat investasinya yang bagus hanya di Jatim,” tuturnya.