single
Ketua DPRD Jatim Himbau Sholat Idul Fitri di Mushola

Untuk menghindari membludaknya jamaah sholat Idul Fitri 1442 H namun tetap bisa menjalankan ibadah tersebut, Ketua DPRD Jatim, Kusnadi mengharapkan supaya masyarakat bisa menggelar sholat Idul Fitri di mushola dan tidak hanya di masjid.

Dia menandaskan, dengan melaksaakan sholat Id di mushola atau langgar yang ada di masing masing RW atau RT, maka akan selaras dengan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro berbasis RT/RW.

Dia menandaskan meski sudah ada tata cara yang dibuat pemerintah, namun dia tetap merasa khawatir dalam pelaksanaanya nanti akan tetap membludak dan menimbulkan kerumuman. Padahal kondisi ini yang tidak dinginkan karena bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 dan muncul klaster baru.

“Kami minta takmir masjid yang menggelar sholat idul fitri benar-benar mematahui aturan yang sudah dibuat satgas Covid-19 pemerintah setempat,” kata ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini, Senin (10/5/2021).

Di sisi lain, Kusnadi juga mengharapkan supaya masyarakat tetap mematuhi larangan mudik. Lebih lanjut dia menegaskan bahwa sebenarnya larangan mudik adalah untuk kebaikan bersama, termasuk juga untuk kebaikan keluarga atau bahkan orang tua yang ada di kampung.

“Untuk sementara bisa melakukan silaturrahmi melalui telephon, WA dan lainnya,” tandasnya.

Dia menegaskan bahwa saat ini Covid-19 belum berakhir. Bahkan varian-varian baru seperti varian India, Afrika Selatan, hingga Inggris sudah masuk Indonesia termasuk ke Jatim. Belakangan ini Covid-19 varian B117 juga sudah diketahui masuk ke Jatim dari Pekerja Migran Indonesia (PMI). Salah satu bentu antisipasinya adalah dengan larangan mudik.

“Apalagi jika berkaca pada pengalaman India akibat menggelar perayaan keagamaan di Sungai Gangga secara besar-besar hingga kemudian sebaran Covid-19 di India naik drastis. Jangan sampai penanganan Covid-19 yang sudah baik ini membuat kita lengah, hingga kasus Covid-19 menanjak lagi,” harap Kusnadi.