single
Komisi A Jatim Prihatin Terjadinya Peluru Nyasar Menewaskan Warga Sampang

Suara Indrapura:Jawa Timur merupakan Provinsi dengan Perkembangan perekonomian, industri, pendidikan serta bidang lainnya meroket begitu  cepat.  Dampak perkembangan positif tersebut dibarengi pula dengan meningkatnya kejahatan kriminal dan penyakit sosial masyarakat Jatim. Data menunjukkan  di Surabaya 3 bulan ini Polda Jatim menerima laporan 16 Kasus Curanmor.

Sebagai wakil rakyat yang mengemban amanah  dari rakyatnya, Komisi A Jatim terpanggil melakukan mengawal dan mengkritisi aparat penegak hukum dalam kinerjanya. Apalagi  kasus  salah tembak yang menewaskan sdr alm. Moch Ridwan cukup memprihatinkan

Ketua Komisi A Jatim Sabron Djamil Pasaribu menegaskan komisi A bidang Hukum secara tidak langsung bermitra dengan kepolisian dan aparat penegak hukum yang lain. Hal ini tentu sesuai dengan Tupoksinya, katanya. Apresiasi patut diberikan kepada Aparat Kepolisian , selama ini dengan gigih memberi perlindungan dan ketentraman kepada masyarakat. Namun dengan munculnya kasus peluru nyasar oleh salah satu oknum kepolisian saat menjalankan tugas memburu curanmor yang berakibat meninggalnya sdr alm. Moch Ridwan Warga Sumunep bisa mencoreng citra kepolisian.

Nizar Zahro anggota Komisi A Jatim lainnya menimpali apa yang terjadi di sampang ini penyelesaian masalahnya harus sesuai dengan prosedur. Katanya singkat.

Sementara Kapolres Sumenep AKBP Susanto, menyampaikan  ikut berduka dan menyampaikan rasa keprihatinannya mendalam, Pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas terhadap polisi Irwantono. Saat ini Irwanto ditahan di Reskrimum Polda Jawa Timur dan dijerat pasal 359 KUHP, yakni karena kelalaian, menyebabkan nyawa seseorang melayang. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Serta Pelaku curanmorpun saat ini telah ditangkap dengan barang bukti “ Yamaha Mio” M.2675 BH, Kunci Leter T dan sebuah celurit.

Komisi A Jatim berharap  lembaga Legislatif serta Penegak Hukum merapatkan barisannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat Jatim. Tambah  wakil Ketua Komisi A Marchus Remiasa.