single
Komisi B Minta Pemprov Jangan Terlena Soal Harga Bahan Pokok Stabil

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Mochammad Alimin mendesak Pemprov Jatim untuk melakukan antisipasi kenaikan harga bahan pokok pada seminggu terakhir bulan Ramadan 1442 H atau menjelang Lebaran. Sehingga, harga bahan pokok saat ini dipastikan masih dalam posisi stabil.

Meski dipastikan aman dan stabil oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi setelah memantau langsung harga-harga itu di Pasar Wonokromo, Surabaya beberapa hari lalu, Politisi Golkar ini tetap harus waspada.

"Meski sudah dipantau harga bahan pokok dan dinyatakan stabil, Pemprov Jatim jangan sampai terlena. Jadi harus tetap melakukan sidak ke pasar-pasar di Jawa Timur," katanya, Selasa (4/5) kemarin.

Hal ini ditegaskan Alimin lantaran masa pandemi Covid-19 masih menghantui warga masyarakat Jawa Timur. Di tengah tingkat kebutuhan masyarakat saat lebaran naik, sebagian besar masyarakat juga mengencangkan ikat pinggang.

"Artinya, angka kemiskinan masih tinggi di Jawa Timur. Jangan sampai harga-harga bahan pokok di pasaran melejit karena tidak ada pengawasan dari pemerintah," terangnya.

Disampaikan Alimin, pemantauan bahan pokok seperti inspeksi mendadak (Sidak) harus tetap dilakukan. Hal ini sebagai salah satu upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat jelang lebaran 2021 tercukupi.

"Disamping itu juga meminimalisir potensi panic buyying dari masyarakat, sebab pasokan dan harga tetap aman," ungkapnya.

Dari pemantauan tersebut, diketahui rata-rata harga sejumlah bahan pokok seperti beras premium Rp10.200 per kg, beras medium Rp9.000 per kg, gula pasir dalam negeri Rp12.000 per kg, minyak goreng curah Rp 13.500  per kg, dan daging sapi Rp100.000 per kg.

Kemudian, daging ayam ras Rp37.000 per kg, telur ayam ras Rp 23.500 per kg, cabai merah besar Rp 46.500 per kg, cabai rawit Rp56.000 per kg, bawang merah Rp23.000 per kg, dan bawang putih Rp22.000 per kg.

Alimin mengatakan ada beberapa komoditas yang harganya sempat naik pada pekan pertama Ramadan, yaitu daging ayam ras yang dijual Rp40.000 per kg, namun sekarang sudah turun menjadi Rp36.000 hingga Rp38.000 per kg.

Menurutnya, ada kenaikan yang signifikan untuk daging sapi yang sebelum Ramadan harganya Rp95.000 per kg, sekarang menjadi Rp102.000 per kg, bahkan di beberapa pasar lain harganya mencapai Rp110.000 per kg.

"Terjadinya lonjakan harga itu biasanya karena kebutuhan atau permintaan, namun mungkin karena pengaruh dampak pandemi COVID-19 sehingga daya beli masyarakat turun, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan," pungkasnya.