single
Komisi B Peduli Masyarakat Daerah Pinggir Hutan

Suara Indraupra :Masyarakat pedesaan yang berpengguni disekitar hutan memiliki ketergantungan yang sangat besar dengan keberadaan hutan disekitarnya.Pemanfaatan hutan dan hasil hutan untuk masyarakat dilakukan secara tradisional demimemenuhi kebutuhan hidup sehari–hari.

Kondisi ini sepertinya telah banyak mengalami pergeseran seiring semakin terdesaknya masyarakat disekitar hutan.Akibat dari semakin sedikitnya hutan yang dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan masyarakat.Kondisi ini dapat digambarkan dengan tingginya peralihan hak–hak atas tanah melalui ekspansi HPH, Perkebunan, HTI.Serta pengalihan fungsi lahan dari bentuk hutan kerakyatan yang berdasarkan hukum adat atau hutan produksi berubah menjadi hutan lindung atau kawasan konservasi.

Keberadaan masyarakat dalam pemanfaatan hutan sebagai sumber mata pencaharian dan kehidupan masyarakat mendorong terjadinya kemiskinan. Pada kondisi seperti ini, fenomena kemiskinan yang terjadi pada masyarakat sekitar hutan, mendorong tingginya kerusakan pada hutan. Oleh karena itu perlu diterapkannya sistem PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) sistem ini memiliki jiwa bersama, berdaya dan berbagi yang meliputi pemanfaatan lahan/ruang, waktu dan hasil dalam pengelolaan sumber daya hutan dengan prinsip saling menguntungkan, memperkuat dan mendukung serta kesadaran akan tanggung jawab sosial.

Untuk menunjang hal tersebut dibentuklah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) seperti yang dilaksanakan KPH Jember ini ungkap Endung Trihartaka yang juga Kepala Adm HKPH Jember.

Dia juga menambahkan bahwa di  KPH Jember terdapat 50 LMDH yang menjadi binaan dari KPH Jember, mereka rata–rata banyak menanam kopi yang hasilnya dibagi 70% untuk petani, 15% untuk perhutani dan 15% untuk LMDH dan steak holder lainnya.

Selain itu petani juga mendapatkan Sharing Produksi dari KPH Jember yaitu hasil dari penjualan getah pinus serta kayu dengan usaha ini semua diharapkan dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat desa hutan kata Endung.”

Ketua rombongan Komisi B DPRD Prov. Jatim Subianto mengatakan bahwa kita semua perlu melindungi masyarakat, apalagi masyarakat yang hidupnya masih terbatas. Seperti yang kita kunjungi saat ini. Keberadaan masyarakat ini perlu kita tingkatkan kesejahteraannya, semua perlu rasa aman, rasa sehat, rasa ingin tahu, dan juga kesejahteraan. Katanya saat melakukan kunjungan kerja di Desa Sidomulya, jember (jumat, 12/08)

Bianto panggilan akrab  politikus dari partai Demokrat ini juga menambahkan perlu di perhatikan masalah pembagian hasildari pengolahan tumpangsari yang ada di daerah hutan. Pembagian ini kalau tidak memiliki niat baik dan rasa ikhlas tentunyasangat riskan,sering terjadi salah paham. Untuk itu harus benar–benar diperhatikan untuk menghindari konflik.

Kunker ini juga diikuti beberapa Dinas Prov. Jatim yaitu dinas Kehutanan dan Koprasi harapan dari kedua dinas  tersebut pengembangan LMDH untuk menjadi Koprasi sehingga kesejahtraan masyarakat daerah hutan lebih  meningkat.paparnya

Subianto juga menambahkan dengan sinergisnya pelaksanaan kegiatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat disekitar hutan akan menghasilkan tujuan yang diharapkan yaitu meningkatnya kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan terciptanya kelestarian hutan melalui peran aktif masyarakat sekitarnya.(Rif/®)