single
Komisi E DPRD Jatim Dorong Pemilahan Sekolah Yang Siap Berlakukan PTM
Rencana pemerintah provinsi Jawa Timur mulai memberlakukan Pembejaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021-2022 untuk SMA/SMK di Jatim, dan SMP/MTs, SD/MI hingga TK kewenangannya diserahkan kepada Pemkab/Pemkot setempat. Nampaknya perlu disosialisasikan lebih baik. 
 
Bahkan kalau perlu, pemerintah melalui instansi terkait melakukan supervisi dan assesment untuk menentukan sekolah mana saja yang sudah siap dan memenuhi syarat memberlakukan PTM.  Mengingat, berdasarkan hasil pantauan DPRD Jatim di lapangan masih banyak sekolah yang memenuhi persyaratan prokes.
 
"Persyaratan prokes di sekolah itu selain ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, juga tenaga pendidiknya sudah divaksin," kata Kodrat Sunyoto anggota Komisi E DPRD Jatim, Selasa (1/6/2021). 
 
Politikus asal Partai Golkar ini mendorong pemerintah kabupaten/kota supaya melakukan akselerasi vaksinasi terhadap para guru. Mengingat, sesuai laporan yang ada prosentase guru yang sudah divaksin Covid-19 masih belum memenuhi  harapan.   
 
"Kami meminta para guru yang belum divaksin tanpa alasan yang jelas, jangan diperbolehkan mengajar tatap muka. Hal ini untuk menghindari munculnya kluster baru di sekolah," pinta Ketua FPG DPRD Jatim.
 
Selain itu, pihak sekolah juga harus memastikan adanya ijin dari para wali murid, dan tidak boleh memaksakan siswa harus mengikuti PTM. "Sekolah harus tetap menyediakan pembelajaran daring bagi siswa yang orang tuanya khawatir dan tak memeberikan ijin ikut pembelajaran tatap muka," jelas Kodrat Sunyoto. 
 
Politikus asli Lamongan ini juga berharap proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)  berjalan lebih baik dari tahun - tahun sebagai sebelumnya. Mengingat, jumlah sekolah belum merata di setiap daerah, sehingga tak bisa sepenuhnya menggunakan sistem zonasi.
 
"Kami optimis Diknas Provinsi dan Diknas Kabupaten/Kota di Jatim sudah menyiapkan dengan baik mekanisme PPDB tahun ini, sehingga persoalan kekhawatirab para wali murid bisa diminimalisir," pungkas Kodrat Sunyoto.