single
Komisi E DPRD Jatim Minta Pemerintah Perhatikan Seniman dan Budayawan

Menanggapi aksi para seniman reog Ponorogo di depan DPRD Jatim yang menuntut pemerintah Indonesia serius memperhatikan kesenian Reog yang akan didaftarkan atau diklaim oleh negara Malaysia, Senin (25/4/2022), Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Artono meminta supaya pemerintah lebih fokus dalam memelihara, mengembangkan, dan menghargai profesi para seniman dan budayawan.

Dia menandaskan bahwa melestarikan budaya itu penting, karena merupakan simbol kekhasan daerah tersebut. Artono menegaskan hika memang tidak ingin ada yang mengambil kembali kebudayaan asli bangsa Indonesia, maka sudah selayaknya untuk memelihara para pemiliknya dan menghargai profesi mereka serta mengembangkan budaya itu.

“Kalau perlu, adakan tukar pelajar ke negara lain, kemudian pelajar tersebut, melalui KBRI secara rutin menggelar pertunjukan berbagai budaya asli Indonesia. Dengan demikian, semua negara tahu bahwa Indonesia memang kaya dengan beraneka seni budaya yang menarik wisatawan,” tandas Politisi PKS ini, Selasa (26/4/2022)

Lebih lanjut, Artono juga mengatakan bahwa Malaysia dan Indonesia merupakan satu rumpun yang notabene memiliki seni budaya yang nyaris sama. Terlebih lagi banyak masyarakat Indonesia migrasi sebagai TKW di Malaysia. Setelah bertahun-tahun tinggal di Malaysia, maka mereka bisa jadi mengembangkan seni budaya yang diperoleh dari Indonesia di negeri tersebut.

Artono menyebutkan siapapun boleh mengklaim sesuatu yang mungkin menarik dan bisa mengembangkan salah satu budaya mereka. Sebab, lanjutnya, setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pengakuan.

“Yang penting, mereka tidak menggunakan merk yang sama. Seperti Reog misalnya, di Indonesia ada seni budaya Reog Ponorogo. Yang punya kesenian tersebut sudah jelas di wilayah Ponorogo. Jadi kalau di Malaysia mereka mengklaim Reog itu merupakan seni budaya asli Malaysia, iya biar saja, tidak usah marah-marah. Karena mereka cuma bilang Reog, bukan Reog Ponorogo. Karena di Malaysia tidak ada daerah yang namanya Ponorogo,” sambung Artono.

Untuk diketahui sekitar 500 seniman untuk massa aksi yang tergabung dalam kesenian Reog, Jaranan dan Pecut Jawa Timur melakukan demonstrasi depan gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (25/4/2022).

Ketua Perkumpulan Unit-Unit Reog Surabaya (Purabaya), Ir Siswandi, mengatakan, aksi tersebut menuntut pemerintah Indonesia untuk serius memperhatikan kesenian Reog yang akan didaftarkan atau diklaim oleh negara Malaysia.

“Kesenian Reog ini adalah milik Indonesia, jangan ada negara lain atau pihak manapun yang berani mengklaim atau mendaftarkan Reog sebagai miliknya,” ucapnya.

Siswanto menyesalkan pemerintah yang lebih memilih tari Barong untuk didaftakan ke UNESCO ketimbang Reog. “Padahal tari Barong merupakan bagian dari Reog juga, kenapa malah tari Barong yang didaftakan bukan Reog nya,” kata pria paruh baya tersebut.