single
Komisi E Support BPBD Jatim dalam Implementasi Perda No 3 Tahun 2010

Komisi E DPRD Jatim melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Nganjuk, Kamis (2/9). Kunker ini dalam rangka Implementasi Perda No 3 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Bencana. Serta monitoring peran BPBD dalam penanganan bencana non alam (Covid-19).


Kunker dipimpin Wakil Ketua Komisi E, H. Artono (PKS) ini disambut Plt Asisten Pemerintahan, Samsul Huda mewakili Plt Bupati Nganjuk. Turut hadir anggota Komisi E, Suwandi Firdaus (Nasdem), Deni Wicaksono (PDI), Kodrat Sunyoto (Golkar), Siti Mukiyarti (PKB), Hari Putri Lestari (PDI), dan Ida Bagus (PDI). Serta Kalaksa BPBD Jatim yang diwakilkan Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja bersama Kasi Rekonstruksi dan Plt Kasubbag Program dan Pelaporan.

“Mitigasi bencana yang dilakukan BPBD Jatim ini patut diapresiasi. Terutama dalam penanganan bencana non alam seperti pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” kata Wakil Ketua Komisi E, H. Artono.

Kehadiran BPBD, sambung Artono, baik di Kabupaten/Kota dapat menjadi nilai plus bagi penanggulangan bencana di Jatim. Pihaknya juga berharap partisipasi masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana. Terutama bencana non alam seperti Covid-19 ini.

“Kami (anggota dewan) pasti mendukung upaya BPBD Jatim dalam penanggulangan bencana. Apalagi BPBD Kabupaten/Kota di Jatim, pasti kami dukung,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Jatim, Erwin Indra Widjaja mewakili Kalaksa BPBD Jatim menambahkan, Kabupaten Nganjuk memiliki 91 Desa yang rawan mengalami bencana alam. Diantaranya banjir, longsor, kekeringan. Bahkan kekeringan di Kabupaten Nganjuk rutin terjadi di Lengkong Dusun Sendang Gogor, sehingga setiap tahun dilakukan dropping air bersih.

“BPBD Jatim siap memfasilitasi BPBD Kabupaten/Kota untuk meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD). Yakndi dengan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” ungkap Erwin.

BPBD Jatim, sambung Erwin, jugas siap membantu dalam penanganan Covid-19. Pihaknya pun mengapresiasi upaya-upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk. Sehingga yang sebelumnya statusnya zona merah, kini menjadi zona oranye.

“Intinya kami siap membantu penanganan bencana, baik bencana alam maupun non alam. Seperti BPBD Kabupaten Nganjuk yang terlibat dalam pemulasaran jenazah yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal itu kuga bekerja sama dengan Banser,” pungkasnya.

Sebagaiamana diketahui, kunker ini dihadiri juga oleh Kepala UPT PPSAA Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Widodo. Kemudian Bidang PPM Bappeda Provinsi Jawa Timur, Agus dan Kepala Satpol-PP Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda.