single
Komisi E : Tiga Kluster Pengangkat Ekonomi Jatim

Suara Indrapura : H. Kuswanto, SH.,MH. politisi beken asal Hanura mengatakan ukuran suksesnya pembangunan Indonesia adalah memecahkan permasalahan angka kemiskinan. Kalau angka kemiskinan turun terus menerus maka bisa diindikatorkan programnya sukses. Sebaliknya, jika angka memiskinan naik terus-menerus maka dikatakan permasalahan besar yang harus dipahami dan dipecahkan. Untuk itu, pemerintah akan melakukan usaha yang sistematis berkelanjutan guna mengurangi jumlah penduduk miskin.

Ada tiga kluster atau sasaran utama pemprov Jatim yakni kluster pemberdayaan masyarakat, kluster ekonomi, dan kluster pendukung.  Untuk kluster pemberdayaan masyarakat akan menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Sosial, kluster ekonomi menjadi tanggung jawab Bapeprov dan Bapemas, dan kluster pendukung menjadi tugas Dinas Koperasi dan UMKM.

Dia menuturkan, bentuk cara percepatan pengentasan penduduk miskin di Jatim yang sudah dilakukan adalah memberikan program yang tepat sasaran. Agar program sesuai kebutuhan masyarakat, pemprov Jatim membuat pemetaan daerah yang dikategorikan tiga hal yakni kategori hampir miskin, miskin dan sangat miskin. Katanya

Sementara Wagub Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan “Sebenarnya dengan melihat gambar pemetaan ini bisa diketahui dan ditelusuri sebenarnya program pemerintah ini sudah tersentuh masyarakat yang mana. Jika, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mungkinkah bisa menyentuh kategori masyarakat sangat miskin. Kalau kategori hampir miskin atau miskin program KUR  bisa menyentuh. Sebab, bagi kategori masyarakat miskin untuk makan sehari saja sudah bersyukur,” paparnya.

Rapat peanggulangan kemiskinan daerah dihadiri sejumlah wakil bupati dan wakil walikota di Jatim serta SKPD dilingkungan pemprov Jatim.
Sementara itu anggota Komisi E Dra.Sumiati,MM. mengatakan bahwa dalam memberantas kemiskinan perlu memperhatikan indikator-indikator yang berpengaruh. Masyarakat jangan hanya diberi program-program saja tapi perlu implementasinya. Katanya

Program sekolah 9 tahun dan 12 tahun gratis juga masih belum menyeluruh, jamkesda di daerah-daerah masih banyak masalah, pembangunan infrastruktur juga belum merata. Untuk itu dewan berharap pemerintah daerah secepatnya merealisasikan usulan  masyarakat yang disampaikan melalui reses dan jaring aspirasinya. (Aries)