single
Lilik Apresiasi Raperda Ponpes Bisa Sinergikan Ponpes Mandiri Dengan Ponpes Kecil

Anggota DPRD provinsi Jatim Lilik Hendarwati mengungkapkan, kebijakan DPRD provinsi Jatim yang akan membahas Raperda Pondok Pesantren, merupakan kebijakan yang sangat hebat. Mengingat posisi Jatim merupakan tempat rujukan hampir semua Ponpes (Pondok Pesantren) yang ada di Indonesia. Dan jumlah Ponpes yang ada di wilayah Jatim juga ribuan.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi kebijakan tersebut. Meskipun secara rinci Lilik belum bisa mengungkapkan draf maupun isi dan materi dari Raperda tersebut.

"Ini baru dibentuk pansus (panitia khusus) untuk menindaklanjuti Raperda Ponpes ini," terang politisi PKS ini.

Anggota komisi C ini menuturkan, pihaknya juga akan memberikan masukan terkait Raperda Ponpes tersebut.

"Yang jelas, kita harus memberikan Anggaran untuk kebutuhan Ponpes. Dalam hal ini, kita lebih menyoroti masalah kesehatan, Kesejahteraan para santri, dan juga fasilitas yang ada di pondok tersebut harus sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah," sambung Anggota fraksi Keadilan Bintang Nurani ini.

Lilik tidak menampik jika saat ini sudah banyak Ponpes yang mandiri. Ponpes seperti itulah yang nantinya diharapkan bisa menjadi barometer, panutan, bahkan seharusnya Ponpes yang sudah mandiri ini bisa memberikan kontribusi kepada ponpes-ponpes lain yang masih membutuhkan bantuan.

"Harus disinergikan, jika ada Ponpes yang sudah mandiri harusnya bisa memberikan kontribusi kepada ponpes-ponpes lain yang belum mampu. Bahkan Ponpes tersebut harusnya memberikan semacam pelatihan bersama, semisal Ponpes yang sudah mandiri ini memiliki suatu usaha yang mampu mengcover kebutuhan para santri, usaha ini bisa dikerjasamakan, kalau perlu Pemerintah bisa menjadi pendamping untuk kerjasama tersebut," lanjutnya.

Lilik berharap Raperda Ponpes ini nantinya bisa menjadi tempat bibit-bibit unggul penerus bangsa yang berakhlak mulia, yang mampu berkompetisi sehingga negara Indonesia tetap menjadi negara besar dengan para pemimpin yang amanah.