single
Meskipun Pandemi Covid-19 Komisi A Tuntaskan 3 Raperda

Tak bisa dipungkiri, Pandemi Covid-19 yang melanda belahan dunia ini memporak-porandakan segala sendi kehidupan. Berbagai permasalahan terpaksa ditunda karena adanya berbagai aturan Prokes sehingga rencana-rencana program terbengkalai. Namun tidak demikian yang terjadi di kantor DPRD provinsi Jatim. Seperti yang dituturkan oleh ketua komisi A Mayjen TNI (purn) Dr Istu Hari Subagio SE, MM. Senin (4/1/2021)

Istu mengakui tidak mudah menuntaskan tugas yang diemban oleh pihaknya. Namun Istu merasakan bahwa sebagai ketua komisi A sudah menjadi kewajiban untuk menyelesaikan semua persoalan dan tugas merampungkan 3 Raperda yang menjadi pencapaian target komisi A selama periode 2020. Bahkan anggota fraksi partai Golkar ini selalu semangat dalam menjalankan amanah masyarakat.

"Itu nanti kita evaluasi kegiatan selama ini, baik itu tugas-tugas tambahan maupun tugas pokoknya. Sesuai fungsi kita membuat Raperda. Kemudian kita juga lakukan pengawasan atau kita juga menyelenggarakan, nanti kita evaluasi. Ke depan kita rumuskan lagi," terang Istu.

"Kita masih ada masukan dan juga masalah pengawasan kita kaitkan dengan kunjungan kerja, harus lebih baik lagi. Komisi A juga berencana merevisi Perda yang sudah berjalan selama 3- 5 tahun, di mana Raperdanya jika sudah 3 tahun ke atas kan kita harus revisilah, kan menyesuaikan perkembangan dinamika kehidupan," sambung Istu.

Lebih lanjut Istu menambahkan, masalah pandemi Covid-19 yang belakangan ini kian meningkat menurut kita prokes tetap kita laksanakan dengan penuh kesadaran dan disiplin.

"Ini sebetulnya kan seperti berperang melawan musuh. Pandemi Covid-19 ini sama dengan menghadapi perang, cuma musuhnya berupa pandemi Covid-19. Dalam keadaan perang ya kalau musuh aktif menyerang ya kita harus memiliki pertahanan. Kita perkuat pertahanannya apa, ya M3 ( Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan pakai sabun) itu.  Disamping itu, kita berupaya meningkatkan imunisasi, kita olahraga teratur dan istirahat cukup, gizi yang masuk juga harus cukup,  kemudian ciri khasnya musuh harus kita ketahui. Ibaratnya ketahui dirimu, kemudian ketahui musuhmu. Pemerintah menerapkan prokes M3 agar masyarakat bisa memiliki pertahanan untuk melawan Covid-19," pungkasnya.