single
Pasca Pasien Meninggal di Atas Kapal, Komisi E Tunggu Gebrakan Dinkes Jatim
Meninggalnya Liana (18) warga Pulau Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, di kapal saat hendak di rujuk menjadi preseden buruk di dunia kesehatan di Jawa Timur. 
 
Oleh sebab itu, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr Ir H Zainal Abidin., MM menanti terwujudnya program beasiswa pendidikan dokter spesialis untuk tenaga dokter yang bertugas di kepulauan. Kasus meninggalnya warga Pulau Desa Saobi ini menunjukkan bahwa tidak adanya dokter spesialis di wilayah kepulauan.
 
"Program beasiswa pendidikan dokter spesialis  untuk tenaga dokter yg bertugas di kepulauan ini telah  dibahas oleh komisi E dengan Dinas Kesehatan Jatim. Ini harus segera diwujudkan," tegasnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/1). 
 
Program ini, menurut Zainal, layak diberikan mengingat saat ini kualitas tenaga kesehatan perlu ditingkatkan. Ia mengaku dewan sudah mengajukan dana di APBD 2021 agar dokter di wilayah kepulauan ditingkatkan kemampuan dan kualitasnya. "Dengan begitu, bisa menjadi spesialis. Seperti spesialis penyakit dalam dan kandungan," terangnya. 
 
Politisi Demokrat ini menceritakan, dari hasil keliling di kepulauan di Madura yang dilakukan, ia mengaku sangat sulit untuk menemukan dokter spesialis. Sehingga satu satunya jalan yang perlu dilakukan adalah SDM (dokter dan nakes) yang ada perlu disekolahkan dengan biaya pemerintah. 
 
"Kalau dengan biaya sendiri pasti mahal. Tapi kalau pemerintah kan ada anggarannya," ungkapnya. 
 
Agar dokter yang lulus mau kembali mengabdi di tempat asalnya, kata Zainal, harus dibuatkan ikatan dinas agar mereka tetap akan berkomitmen untuk memberi pelayanan di kepulauan.
 
"Kita prioritaskan kepada dokter yang berasal dari Madura dan kepulauan, diutamakan putra daerah. Ini sekaligus pemberdayaan sumberdaya yang ada," katanya.
 
Politisi asli Madura Ini, menjelaskan dengan program ini bisa jadi pemerataan kesehatan di Madura khususnya wilayah kepulauan. 
 
Zainal menilai perlu direalisasikan juga untuk membangun rumah sakit permanen guna mendukung rumah sakit apung yang ada. "Dengan memiliki dokter spesialis, maka nantinya bisa menangani pasien secara cepat dan tidak terlalu menggantungkan pada rumah sakit besar," pungkasnya.