single
Perayaan HUT RI ke-76 Jadi Spirit Gotong Royong di Tengah Pandemi Covid-19
Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76 yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad mengajak para pemimpin untuk sementara menanggalkan baju partai politiknya dan jabatannya untuk bergotong royong meringankan beban masyarakat akibat pandemi Covid-19.
 
 "Saya kira momentum 17 Agustus ini kita harus gunakan menjaga spirit itu, jangan kemudian lemah. Karena itu saya mengetuk hati para pemimpin, mungkin saatnya kita sekarang tanggalkan partai politik, kita tanggalkan baju jabatan-jabatan kita," pinta Sadad, dikonfirmasi, Selasa 10 Agustus 2021.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jatim itu menegaskan, perayaan HUT ke-75 RI merupakan momentum yang pas karena menjadi bagian dari menjaga spirit kemerdekaan. Hanya saja, Sadad mengingatkan semua pihak agar perayaan HUT RI tahun ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).
 
Dengan menjaga spirit kemerdekaan, masyarakat mampu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang tangguh, kokoh, dan sanggup menghadapi situasi apapun yang terburuk
 
"Sepanjang (perayaan) itu bisa menggunakan prokes 5M it's oke. Momentum kemerdekaan ini harus digunakan untuk menjaga spirit-spirit kepahlawanan,” paparnya.
 
Sadad mendorong para pemimpin agar di momen HUT RI dapat saling bergotong-royong bersama. Ia meminta agar pemimpin, pejabat dan politikus yang diberikan kelebihan rezeki, sudah saatnya bekerja untuk masyarakat. Apalagi di masa pandemi sekarang, banyak masyarakat yang sedang membutuhkan uluran bantuan. 
 
"Kita sebagai orang-orang yang secara ekonomi lebih beruntung nasibnya, sudah saatnya bekerja atas nama tanggungjawawab kemanusiaan untuk turun ke mereka (masyarakat) dengan cara memberikan bantuan-bantuan kepada mereka," tuturnya.
 
Bantuan yang bisa diberikan kepada masyarakat dapat dalam bentuk bansos, vaksin, oksigen. Dengan adanya pemberian bantuan tersebut, Bangsa Indonesia bisa menghindari kegiatan yang dapat dianggap hura-hura atau berfoya-foya di tengah pandemic.
 
“Saya kira bergerak atas nama kemanusiaan. Momentumnya 17 Agustus mari gunakan untuk itu. Kita berharap menghindari kegiatan hura-hura atau foya-foya,” tuturnya.
 
Sadad sendiri sudah menginstruksikan kepada kader partainya agar sementara menunda pemasangan billboard sebagai bahan sosialisasi politik. Dana yang rencanya digunakan untuk memasang billboard dialihkan untuk pemberian bansos kepada masyarakat yang membutuhkan.
 
“Kalau untuk meramaikan 17 Agustus, kita tetap pasang bendera, umbul-umbul, lampion, baliho. Tapi untuk pasang billboard di tempat mahal, saya minta hindari dulu untuk saat ini. Lebih baik uangnya untuk bansos, kalau satu titik Rp 5 juta, kalau 10 titik bisa Rp 50 juta. Kan bisa dibelikan beras dan disebar ke pelosok-pelosok,” pungkasnya.