single
Percepatan Ekonomi Jatim, Yess

Suara Indrapura : Rencana Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) awal April nanti diperkirakan kemiskinan masyarakat Jawa Timur akan bertambah. Prediksi ini sangat sehaty, karena dampak kenaikan BBM akan berpengaruh terhadap harga kebutuhan bahan-bahan yang lain.

Saat ini saja kebutuhan bahan pokok sudah mulai merambat  dan sulit ditekan, sementara kenaikan gaji buruh belum ada sinyal.  Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Saifulah Yusuf, dalam sambutanya usai membuka acara Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah mengatakan, sebenarnya kata kunci di dalam menanggulangi kemiskinan adalah dengan Dipercepatkan. Karena sesungguhnya sejak Indonesia merdeka, pemerintah, baik di pusat, provinsi, dan di kab/kota telah berusaha semaksimal mungkin di dalam mengatasi masalah kemiskinan ini.

Dirinya menuturkan, pada hakekatnya negara Indonesia yang sudah merdeka ini adalah pembangunannya lebih mementingkan pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, inti dari kesejahteraan rakyat adalah pengurangan, meminimalisir atau mampu menghilangkan kemiskinan di daerah.

Oleh karena itu, Wagub Jatim Saifulah Yusuf menambahkan, percepatan atau akselerasi merupakan salah satu jalan yang ditempuh, tentunya jalan yang ditempuh tidak normal (jalan pintas). “Percepatan program ini menggunakan tapi jalan yang tidak normal atau jalan yang tidak biasa. Contohnya, olah raga offroad, itu khan menggunakan jalan yang tidak benar padahal ada jalan yang benar,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, jumlah angka kemiskinan di Jatim cenderung mengalami pasang surut (naik turun). Ini terlihat pada tahun 1960 lalu jumlah angka kemiskinan cenderung turun hingga puncak penurunan terjadi pada masa reformasi (1997). Kemudian, tahun berikutnya jumlah kemiskinan mengalami peningkatan. Setelah itu menginjak tahun 2000 data statistik kemiskinan cenderung fluktuatif (naik turun).

Anggota Komisi E H. Kuswanto, SH MH mengatakan bahwa untuk menekan kemiskinan di Jawa Timur, langkah pertama adalah perbaiki sistem penerimaan subsidi bagi masyarakat miskin, Subsidi yang dikemas dalam BOSDA, JPS, jamkesda, jamkesmas perlu tepat sasaran. Semua ini dengan harapan masyarakat miskin sudah tidak ada tanggungan lagi terhadap biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan/tempat tinggal (kelayakan huni). Pada sisi lain penegakkan hukum, pembangunan, dan transparansi juga menjadi penting untuk direalisasikan sehingga penilaian masyarakat, presepsi dan tingakt kecemburauan akan menjadi kecil. Gesekan antar golongan, antar kepentingan juga dapat dijaga. Semua saling percaya dan serius menangani masalah bangsa. Kalau semua berjalan dengan baik, maka dirinya yakin Jatim akan terbebas dari kemiskinan. Katanya (Aries)