single
Perlu Koreksi Administrasi Terkait Dana BOS

Suara Indrapura : Keresahan masyarakat terhadap keterlambatan pencairan dana BOS  di beberapa daerah di Jawa Timur membuat anggota dewan Jatim prihatin saat reses berlangsung. Sementara dari beberapa reporter media massa mengklarifikasi masalah ini ke Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur,  Menurut Rasiyo, keterlambatan cairnya dana BOS bisa memaklumi  karena belum beresnya proses pencairan BOS di sebagian daerah di Jawa Timur. "

Ketua Komisi E DPRD Jatim H. Sugiri Sancoko, SE mengatakan masalah keterlambatan dana bantuan operasional sekolah perlu dicermati secara spesifik, sehingga kedepan kebutuhan masyarakat untuk sekolah dapat teratasi dengan baik. Sebab kegiatan yang berbasis anggaran diperlukan adinistrasi yang lengkap dan akuntabel. Proses ini yang musti membutuhkan waktu. Untuk itu dirinya berpesan pada sekolah-sekolah perlu  memperhatikan kebenaran dan keabsahan administarsinya. Benar tapi belum ada verivikasi maka anggaran tidak akan cair. “berilah pelayanan masyarakat atau wali murid sebaik-baiknya dan sejujurnya” sehingga kepercayaan yang diberikan kepada kita akan tetap tinggi. Paparnya

Politisi mobilitasnya cukup tinggi ini menambahkan sejatinya mekanisme dan prosedur pengambilan dan BOS sudah jelas, mengapa harus terlambat atau mundur?, kalau memang administarsinya kurang dipenuhi berarti bukan muridnya atau orang tua wali yang salah tapi semata-mata karena petugas yang perlu dipertanyakan.

“Kami berharap pemerintah juga transparan memberikan informasi kepada publik, sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban, Selama ini diketahui bahwa biaya pendidikan yang mahal, makin membuat rakyat terbebani untuk memberi pendidikan yang baik kepada anak-anaknya,” katanya

Pengalokasian anggaran pendidikan yang sudah mencapai 20% dari APBN, ternyata belum banyak membantu rakyat. “Ini karena sebagian besar dana masih untuk belanja gaji pegawai dan penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran yang terkesan mengada-ada,” ujarnya.

Soal guru honorer juga permasalahan sangat pelik dan sering menimbulkan gejolak kecemburuan sosial. Guru honorer yang sudah mengabdi belasan tahun belum juga diangkat, gajinyasangat rendah. Ini jauh kalau dibandingkan gaji guru yang baru diangkat. Sambungnya (Sapto)