single
Reses Dapil Jatim XIII dari Infrastruktur Rusak sampai Perlindungan Korban KDRT

Kegiatan reses 11 Tahun 2022 hari pertama, DR  H Achmad Iwan Zunaih, anggota Komisi B DPRD Jatim dari fraksi  Nasdem digelar di empat tempat, meliputi 3 lokasi di  wilayah Lamongan dan 1 lokasi di Kabupaten Gresik.  Kegiatan menjaring aspirasi pertama digelar di rumah salah satu warga  Made Lamongan.  Kegiatan reses kedua digelar di   desa Suberejo,  kecamatan Sarirejo, Kabuoaten Lamongan. Sementara reses ketiga diadakan di MI. Mambaul Ulum Jl. KH. Amin No.1 Dagan Solopuro Lamongan dan terakhir di  halaman TKM NU  45 Al Hidayah di Lasem, Sedayu, Gresik. Masing masing acara dihadiri sekitar 150 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, guru dan pendidik, pemuka agama, kelompok tani, penggiat UMKM dan masyarakat setempat yang berasal dari wilayah terdekat.

Beberapa usulan  yang disampaikan warga di wilayah itu adalah  keprihatinan warga masyarakat akan  kondisi infrastruktur  yang rusak parah di wilayah Lamongan yang masih banyak yang kurang  memadai dan mengalami kerusakan parah seperti di desa Megilan . Selain  rentan memicu terjadinya kecelakaan juga  menghambat  aktifitas masyarakat pengguna jalan.  Sehingga warga masyarakat berharap ada perhatian serius dan perbaikan secepatnya.

Kedua,  terkait penunjang kegiatan belajar mengajar di kelas di wilayah tersebut.  Para pendidik dan pengurus  yayasan pendidikan berharap agar bantuan RKB bisa segera direalisasikan. Bantuan RKB (Ruang Kelas Baru)  dinilai sangat vital untuk  mendukung kenyamanan siswa selama menjalankan aktifitas proses belajar mengajar. Mengingat beberapa gedung sekolah yang memang sudah tua dan  kurang memadai untuk mendukung kelancaran  belajar  siswa. Selain itu,  masih rendahnya konpensasi kesejahteraan  bagi pada pengajar dan guru TPQ di wilayah Lamongan juga terus diusulkan ada perbaikan. Selain    kesejahteran  guru ngaji yang sangat minim masih ditambah kondisi gedung  yang kurang memadai . Bahkan profesi yang bertanggung jawab untuk mencetak generasi  generasi muda yang  Islami, bertakwa dan berahlak unggulan ini  justru kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sehingga mereka berharap Gus Iwan mampu menjembatani  permasalahan ini dan menyampaikannya pada Penda setempat.

Dari kelompok  Alianse Perempuan Lamongan ( APEL ) juga menyampaikan usulannya agar pemerintah menyediaan bantuan berupa  rumah aman  untuk mengfasilitasi korban KDRT .  Juga  masih adanya kasus tindak  kekerasan pada anak yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius.
Terakhir warga dewa Made Lamongan berharap perbaikan  gapura yang menjadi penanda jalan masuk ke Desa Made mendapat perhatian serius. Selain memudahkan bagi warga  masyarakat di wilayah itu karena

berfungsi sebagai pintu gebang desa, juga berfungsi sebagai ungkapan  selamat datang warga desa terhadap tamu atau warga yang datang dari wilayah lain.
Menghadapi berbagai usulan warga ,  pria yang menjadi salah satu pengurus PP Sunan Drajat ini  akan mengkomunikasikan  semua usulan tersebut pada Penda, Pemkab juga mengajukannya  untuk dibahas dirapat komisi  agar segera ditindaklanjuti baik dari Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat.