single
Reses Kusnadi, warga Sambatan Kelangkaan Pupuk Dan Kangen Sekolah Tatap Muka
Anggota DPRD Jawa Timur asal Dapil 3 ( Probolinggo dan Pasuruan) Drs. H. Kusnadi ,M.Si saat mendengar aspirasi warga Probolinggo di waduli kelangkaan pupuk hingga kita belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah sehingga meresahkan para patani khususnya petani di wilayah Probolinggo. 
Menurut pengakuan warga desa Karanganyar hingga kini subsidi pupuk dari pemerintah sangat sulit didapat. Apalagi saat musim tanam telah tiba, hampir semua petani kelimbungan mendapatkan pupuk bersubsidi. 
 
" Jangankan pupuk bersubsidi, kalau memang ada pupuk yang tak bersubsidi dengan harga jual yang mahal, kami petani karang anyar siap membeli. Namun faktanya pupuk tak bersubsidi juga sulit didapat, " Ungkap warga yang hadir saat reses Kusnadi di desa Karanganyar kec paiton kab Probolinggo, Rabu ( 4/3).
Begitu pula soal proses belajar mengajar secara online yang hampir satu tahun lebih berjalan. Para konstituen yang hadir dalam serap aspirasi khususnya para emak-emak berkeluh soal belajar secara tatap muka. Karena selama belajar secara online, banyak anaknya yang justru mengaku kurang maksimal dan banyak juga anak-anaknya yang kengen belajar di sekolah. Selain bisa bertemu dengan guru mereka, anak-anak juga ingin belajar secara maksimal. Namun akibat kebijakan Pemerintah karena Corona yang belum memperbolehkan untuk belajar secara tatap muka membuat emak-emak yang hadir saat serap aspirasi mengeluh. 
 
Menanggapi soal kelangkaan pupuk, Politisi senior asal Partai Demokrat ini berjanji akan menyampaikan ke Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim untuk ditindaklanjuti ke Komisi B yang menanganinya. 
 
" Melalui Anggota Fraksi Demokrat yang duduk di Komisi B DPRD Jawa Timur, Saya berjanji supaya kelangkaan pupuk yang terjadi di Probolinggo harus di tangani secara serius dan segera action supaya para petani probolinggo tidak kebingungan mendapatkan pupuk. Kasihan mereka karena musim tanam tiba namun pupuknya tidak ada, " jelas Kusnadi. 
 
Sementara itu, terkait keluhan emak-emak yang menginginkan anaknya segera belajar secara tatap muka, Pria kelahiran Probolinggo ini berjanji akan menyampaikan keluhan tersebut kepada komisi yang menangani.Namun tentunya proses belajar mengajar secara tatap muka jika diperbolehkan harus tetap mengutamakan protokol kesehatan. 
Disampaikan Kusnadi, berdasarkan wadulan para warga, saat ini sudah ada belajar tatap muka bergiliran di rumah warga, tetapi para orang tua dan anak anak sudah rindu sekali sekolah bersama ketemu dengan guru dan teman-teman sekolah. 
 
" Saya himbau warga sabar karena pandemi belum usai dan keputusan Pemerintah soal belajar secara tatap muka masih belum ditetapkan. Kalaupun ada harus tetap mengutamakan Prokes yakni wajib pakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan, " Pungkasnya.