single
Ribuan Tenaga Ponkesdes di Jatim Belum Terima Gaji Selama Enam Bulan

Di tengah beban kerja yang kian berat akibat pandemi Covid-19, problem pemberian gaji atau insentif bagi 3.213 Tenaga Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) di Jawa Timur tersendat.

Masalahnya beragam, mulai keterlambatan pemberian insentif hingga macetnya gaji selama berbulan-bulan akibat tak adanya alokasi anggaran. Tercatat, gaji itu tak terbayar sejak bulan April 2021. Artinya, 6 bulan lamanya gaji itu tersendat.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim Nursalam menjabarkan, saat ini ada 3.213 tenaga Ponkesdes yang masih aktif dan bekerja. "Mereka kini belum menerima gaji hingga enam bulan," ucapnya saat hearing bersama Komisi E DPRD Jatim, Senin (13/9/2021).

Gaji itu terlambat lantaran tidak ada anggaran untuk perawat Ponkesdes akibat refocusing selama penanganan Covid-19. "Tidak adanya anggaran sangat memberatkan mereka," tutur Nursalam.

PPNI Jatim telah mengajukan permintaan mediasi ke pemprov. Bukan hanya kepastian gaji, para perawat juga berharap mendapat prioritas untuk diangkat menjadi PPPK.

Ada hal penting yang disampaikan Nursalam ke Komisi yang membidangi Kesra ini. Pertama tentang keberlanjutan Ponkesdes dan status gaji. 

"Bagaimana program ini terus berlanjut. Sesuai peraturan pemerintah saya rasa kita tidak bisa menjamin dari 3.213 itu untuk menjadi PPPK. Tapi yang jelas upaya-upaya itu akan dilakukan terus," terangnya.

Dijelaskan dia, gaji dari Provinsi yakni Rp 1.550.000,-. Dan dari Kabupaten/Kota juga mendapatkan gaji. "Nah, yang Kabupaten dan Kota juga ada yang tidak membayarkan juga, ada yang rendah sekali," bebernya.