single
RSBI Belum Mampu Jadi Orok SBI

Suara Indrapura : Drs. H, Kodrat Sunyoto, SH., M.Hum. menilai RSBI yang semula dijadikan sekolah persiapan atau rintisan untuk meloncat ke SBI ternyata sampai saat ini hasilnya masih tanda tanya. Bahkan saat ini issue yang berkembang Penerimaan siswa baru, di Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) disinyalir menggusur siswa yang kurang mampu alias miskin. Siswa yang kurang mampu diharapkan tetap bisa bersekolah jika nilai evaluasi dan seleksi RSBI tersebut sesuai dengan standar kelulusan.

Termasuk juga dalam penyaringan RSBI tingkat SMA yang sudah berjalan, Oleh karena itu, sangat diharapkan dapat menyaring siswa berprestasi dari semua kalangan masyarakat, ungkap Politisi Partai Golkar yang sekaligus pengamat pendidikan, rabu (21/3).

Ia juga mengatakan, proses penerimaan siswa baru yang RSBI harus diawasi dengan ketat. Hal itu untuk mencegah adanya potensi kecurangan dalam penerimaan siswa baru itu sendiri.
"Secara umum kita telah menyampaikannya ke kepada Kepala Dinas Pendidikan agar transparan dan memperhatikan persyaratan yang ditentukan," katanya.

Memang, selama ini tidak ada kuota bagi siswa miskin yang ingin masuk RSBI. Tetapi, meski tidak dicantumkan kuota, pihak sekolah juga harus memberikan kemudahan bagi siswa miskin agar mereka bisa diterima. "Kita juga akan mengawasi pengawasan penggunaan uang, tenaga pendidik serta sarana dan prasarana," ujarnya.

Dirinya merasa heran mengapa proses yang seharusnya bisa berjalan dengan baik, dan tidak membedakan status siswa, (miskin atau kaya) tapi yang berkembang sangat jauh berbeda. Kalau begini bagaimana nasib anak miskin. Dalam pendidikan saja dikapling-kapling apalagi nanti dalam mencari kerja. Katanya

Dirinya tidak segan untuk melakukan sidak jika dipandang perlu, karena anggaran pendidikan sudah cukup besar dan dirasa mampu mengcover kebutuhan. Jangan banyak berdalih untuk ini, itu atau sebagainya. Pemerintah dan legislative sudah berusaha keras memenuhi kebutuhan pendidikan.katanya