single
Sampah B3 Sangat Berbahaya, Komisi D DPRD Jatim Minta Pembangunan Limbah B3 Dawarblandong Segera Teralisasi
DPRD Jatim mendesak Pembangunan limbah B3 yang ada di wilayah Dawar blandong Kabupaten  Mojokerto segera di realisasikan karena saat ini pembuangan limbah B3 di Jatim sudah sangat berbahaya jika tidak diatasi dengan serius. 
Nur Azis anggota Komisi D DPRD Jatim menyampaikan sampah limbah B3 saat ini sangat urgent untuk diatasi secara serius. Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur meminta kepada Pemprov Jatim untuk mempercepat pembangunan pabrik pengolahan limbah industri B3 di wilayah Dawarblandong Mojokerto. Pasalnya pembangunan pembuangan limbah industri  pabrik di Dawarblandong  ini sudah lama dibangun namun karena kendala pembebasan lahan akhirnya tersendat.
 
" Pabrik pengolahan limbah Industri B3 sangat perlu segera dibangun mengingat selama ini untuk pengolahan limbah harus ke cileungsi Jabar. Biayanya mahal dan tentunya kalau dikelola sendiri diharapkan bisa menambah APBD Jatim,” ucap Nur azis saat di temui di ruang kerjanya , Selasa ( 10/4).
 
Maka itu, pihaknya berharap pada tahun 2021 pembangunan pabrik pengolahan limbah B3 di Dawarblandong tersebut sudah bisa dioperasikan. 
“Dana sudah tersedia di APBD Jatim sehingga kami berharap secepatnya di selesaikan. Ini kebutuhan mendesak sekali,” tegasnya.
 
Terkait dengan Pabrik Limbah B3 di Lamongan ia mengatakan juga mendukung rencana pembangunan limbah B3 tersebut. Tapi pihaknya meminta Pemprov Jatim untuk tetap juga fokus dan memulai pembangunan Pabrik B3 di Dawarblandong tersebut. Pembangunan pabrik limbah B3 di Jatim ini perlu dilakukan dan mendesak.
 
" Maka itu Pemprov Jatim harus melakukan mempercepat pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah terpadu agar permasalahan limbah B3 bisa diselesaikan dengan baik.
 
"Penanganan masalah limbah B3 harus kita support dan harus dituntaskan,karena selama bertahun-tahun Pemprov Jatim mengalami kesulitan mengolah limbah B3 di Jatim , "terangnya.
 
Kondisi itu disebabkan, limbah B3 tidak bisa diolah secara memadai karena minimnya alat pengolahan. Disatu sisi, ketika dibuang ke luar Jatim seperti Cileungsi Bogor biaya operasional dan transportasi yang dibutuhkan sangat tinggi.
 
“Komisi D DPRD Jatim bersama Pemprov Jatim khususnya Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim sudah membahas persoalan limbah B3. Tapi nggak pernah selesai,” pungkasnya.
 
Untuk diketahui Pemerintah Provinsi Jawa Timur merealisasikan pembangunan pusat pengelolaan sampah dan limbah industri B3 (PPSLI) di Desa Cendoro, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
 
Pembangunan pabrik itu ditargetkan selesai tahun ini juga untuk proyeksi pengolahan 110 juta ton atau sekitar 65% dari total limbah industri di Jawa Timur.