single
Soal Impor Garam, Fraksi NasDem DPRD Jatim Minta Pemerintah Kaji Ulang
Politisi Partai NasDem Nashi Aschal  khawatir jika kebijakan impor garam tersebut diteruskan, maka akan merugikan petani garam di Madura yang saat ini hampir memasuki panen raya.
 
"Jadi pemerintah belum melibatkan produksi dalam negeri sehingga garam rakyat harganya anjlok," kata Nasih saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis ( 21/4).
 
Dikatakan Nashi , saat ini harga garam produksi lokal anjlok karena pandemi covid 19. 
 
Dia Berharap ada regulasi dan terobosan dari pemerintah untuk membela petani garam yang masih terdampak demi cofid19. 
 
Anggota DPRD Jatim Dapil Madura itu berharap agar pemerintah memperhatikan nasib rakyat kecil tidak berpihak kepada kaum kapitalis.
 
"Kalau impor betul betul ada keberpihakan. Kalau memang pemerintah betul betul berpihak paham kapitalis saya tidak tahu lagi," tambahnya.
 
Anggota Komisi C DPRD Jatim ini khawatir, bahwa impor garam akan bocor dan harganya nanti mempengaruhi harga garam lokal yang ada di pasaran. 
 
Karena itu, masyarakat diminta untuk segera melakukan pengawalan dan mengawasi alur distribusi garam impor, yang sebenarnya hanya untuk kebutuhan konsumsi pabrik.
 
"Jangan sampai ada kebocoran dan masyarakat terpukul karena mereka sudah merasakan dampak akibat pandemi Covid 19," pungkasya.