single
Sri Subiati, SE Respon Usulan Bandar Sapi Janggan Magetan

Suara Indrapura: Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan). Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.

Sapi Bali berat badan mencapai 300-400 kg. dan persentase karkasnya 56,9%. Sapi Aberdeen angus (Skotlandia) bulu berwarna hitam, tidak bertanduk, bentuk tubuh rata seperti papan dan dagingnya padat, berat badan umur 1,5 tahun dapat mencapai 650 kg, sehingga lebih cocok untuk dipelihara sebagai sapi potong. Sapi Simental (Swiss) bertanduk kecil, bulu berwarna coklat muda atau kekuning-kuningan. Pada bagian muka, lutut kebawah dan jenis gelambir, ujung ekor berwarna putih.

Untuk sapi potong, hampir setiap daerah mampu mengembangbiakkan, akan tetapi dalam pembibitan hanya beberapa daerah yang memiliki potensi besar dalam pembibitan.

Adalah desa  Janggan yang saat ini masih tetap eksis dalam mengembangbiakan pembibitan sapi ke luar daerah. Hampir seluruh Indonesia peternak  memesan ke Bandar Sapi Janggan  magetan. 

Mislan warga setempat dalam reses jarring aspirasinya mengatakan keberhasilan desa Janggan dalam pembibitan sapi unggulan merupakan ikon tersendiri di Kab. Magetan. Tapi untuk mengembangkan  ternak tersebut terkendala dengan infrastruktur jalan  menuju lokasi kondisinya rusak parah, padahal jalan tersebut sangat dibuhkan, masyarakat yakin jika jalannya dilebarkan dan diperbaiki maka perputaran uang akan semakin besar.  Para Bandar Sapi yang ada di desa Janggan optimis dapat mengembangkan usahanya dengan cepat apabila jalannya memnuhi syarat untuk angkut bibit sapi.

Imam Kliwon menambahkan hamper 90 prosen kebutuhan daging sapi Jakarta dipasok oleh para Bandar Sapi janggan, belum lagi pengiriman ke Bengkulu, Lampung dan daerah Sumatra, Kalimantan dan Jawa lainnya. Papar Kliwon

Selain infrastruktur jalan, ada beberapa permasalahan yang perlu disinergikan antara pemerintah kabupaten, pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat. Seperti pembangunan waduk  tunggang yang lokasinya ada di desa Gondang,

Menurut Camat Poncol Chanif Triwahyudi, waduk Tunggang  tersebut sangat luas , diperkirakan debit airnya mencapai 12 juta meter kubik. Selama ini waduk hanya dipergunakan pengairan sawah saja, padahal selain dipergunakan untuk irigasi sawah waduk tersebut sangat potensi dimanfaatkan sebagai wisata tradisional karena bentuknya yang unik juga lokasinya yang strategis. Jika waduk ini dibangun akan meningkatkan perekonomian mikro, kecil dan menengah. Katanya

Pardi menambahkan selain waduk masyarakat desa Genilangit  mendambakan adanya lapangan olah raga (sepak bola), selama ini kebutuhan masyarakat akan oleh raga menempati fasilitas seadanya, untuk meningkatkan potensi pemuda desa masyarakat memohon adanya pembangunan lapangan olah raga. Keberadaan tanah sudah siap tinggal pembangunanya yang perlu perhatian. Katanya

Sri subiati menampung semua aspirasi yang disampaikan masyarakat saat jaring aspirasi berlangsung, dirinya tidak memberikan janji, tapi tetap mendorong pada pemerintah daerah untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Jika alokasi pembangunan sudah dicover oleh APBD Kabupaten maka pengajuan akan diserahkan di kabupaten dan nanti pihak DPRD kabupaten yang mengawalnya. Kalau anggarannya dicover oleh Pemerintah Provinsi maka DPRD Provinsi (saya sendiri red) yang mengawalnya. Papar Anti politisi dari Partai Demokrat ini