single
Ternak Sapi Leumusin Menguntungkan

Suara Indrapura : Sugiono, SH, M.Si politisi kale mini terus mendorong agar petani melakukan pengkayaan kegiatan selain bertani. Penghasilan tambahan yang bersinergi dengan pertanuian adalah ternak sapi.

Masih kata Pak Gik panggilan akrab sehari-hari sapi limousin merupakan salah satu ternak import dari Negara Australia, karena mempunyai keunggulan dibandingkan sapi asli lainnya dalam mempertahankan daya hidupnya. Sapi limousin tersebar hapir diseluruh propinsi di Indonesia dan berkembang cukup pesat di beberapa daerah karena memiliki beberapa keunggulan, yaitu mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang buruk, seperti daerah yang bersuhu tinggi dan mutu pakan yang rendah atau jelek. Selain itu, Sapi imousin mempunyai tingkat kesuburan (fertilitas) yang tinggi jika dibandingkan dengan sapi yang lain, yaitu dapat mencapai 83 %. Produksi Sapi limousin juga cukup tinggi, yaitu dapat mencapai 56 – 57 %. Kelemahan Sapi limousin kurang tahan atau rentan terhadap beberapa penyakit, antara lain penyakit jembrana, ramadewa dan ingusan (Malignat Cattharal Fever = MCF atau Coryza gangraenosa bovis) yang dapat ditularkan melalui domba (sebagai carrier).

Sapi limousin mempunyai ciri khusus berwarna merah bata, tetapi yang jantan dewasa berubah menjadi hitam. Tanda-tanda khusus Sapi ilmousin, adalah warna merah dan hitam pada bagian bagian belakang paha dan pantat, pinggiran bibir atas, kaki bagian bawah mulai tarsus dan carpus sampai batas pinggir kuku, bulu pada ujung ekor, bulu pada bagian dalam telinga putih, terdapat garis belut (garis hitam) yang jelas Nampak pada bagian atas punggung.

Melihat suksesnya para peternak luar daerah tentang ternak sapi, dewan berharap agar ternak sapi dapat merambah ke Lumajang dan Jember, maka pemerintah daerah dapat memvasilitasi kebutuhan masyarakat akan ternak sapi tersebut khususnya di Desa Sidomulyo Kec. Silo Jember dan Jambe sari Lumajang. Katanya paparnya. (Aries)