single
UNAS Masih Dikeluhkan Masyarakat

Suara Indrapura : Masalah UNAS hingga kini masih dikeluhkan oleh masyarakat dan sangat memerlukan respons pemerintah. UNAS yang akan dilaksanakan pada bulan April ini untuk SLTP dan SLTA.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Drs. H. Kodrat Sunyoto, SH. M.Si. mengatakan, jika Kemendiknas telah yakin bahwa hasil Unas dapat dijadikan tiket untuk melanjutkan sekolah, namun kalangan masyarakat malah meragukan kualitas hasil pendidikan. Penyebabnya, pihak sekolah sangat berkepentingan untuk meraih predikat muridnya lulus 100%. Sehingga untuk itu dilakukan berbagai cara, termasuk cara yang kurang terpuji.

Politisi Partai Golkar sekaligus pengamat pendidikan ini menambahkan selama ini murid-murid yang mengikuti bimbingan belajar dengan biaya mahal, berkesempatan dapat meraih nilai Unas tinggi.Sehingga lebih berpotensi bisa memasuki sekolah negeri atau sekolah favorit. Artinya, hanya murid dari keluarga mampu yang masuk sekolah negeri dan favorit. Padahal keberadaan sekolah negeri di subsidi secara penuh oleh pemerintah. Maknanya, subsidi untuk pendidikan dinikmati oleh keluarga mampu. Sedangkan keluarga miskin yang tidak mampu menyertakan anaknya di Lembaga Bimbingan Belajar, akan terlempar ke sekolah swasta. Katanya

Merespons proses Unas, Kodrat berharap untuk memulai program intensifikasi belajar di sekolah. Yakni, penjajangan kemungkinan kerjasama antara Dinas Pendididkan dengan Lembaga Bimbingan Belajar. Sedapat mungkin realisasi program tersebutdapat menghadirkan tutor bimbingan belajar ke sekolah. Dengan demikian, intensifikasi belajar lebih berkeadilan.(Sapto)