single
Untari Sebut Bulan Suci Ramadhan Sebagai Instrospeksi Diri
Ketua fraksi PDIP DPRD provinsi Jatim  DR.Dra Sri Untari M.A.P mengatakan bahwa kehadiran bulan suci Ramadhan menjadi momentum paling penting dalam perjalanan kehidupan manusia. Karena itu, di bulan puasa Ramadhan ini pihaknya mengaku jika bulan puasa itu adalah bagian daripada saya membasuh diri saya sendiri untuk bisa berintrospeksi, untuk bisa lebih baik dari kemarin. 
 
"Saya ingin senantiasa bisa melihat apa yang sudah saya perbuat selama setahun. Apakah sudah benar, sudah baik untuk saya sendiri, untuk keluarga, untuk masyarakat, bangsa dan negara, untuk partai. Kalau ada kekurangan, yang menurut saya secara pribadi, saya berkaca, yang kurang saya perbaiki," terang Anggota komisi E ini.
 
Untari menuturkan, dari mana saya mengukurnya, dari respon orang lain kepada saya. Ya kalau ada yang saya kerjakan dan direspon positif, itu artinya berarti bermanfaat. Kalau ada yang saya kerjakan tidak ada yang merespon positif, oh berarti ada sesuatu yang tidak tepat. Maka di situ saya berusaha untuk mengolah, kemudian mengasah, dan memperbaiki diri saya sendiri. 
 
"Orang percaya pada hakekatnya puasa itu tidak untuk siapa-siapa, tapi untuk diri kita sendiri dalam rangka menghambakan kepada Allah semata. Jadi tidak perlu meminta orang begini dan begitu, tetapi ayuk dirinya sendiri aja diperbaiki. Kalau setiap orang bisa memperbaiki dirinya, Insya Allah komunitas itu baik, masyarakat menjadi terbaik," sambung Untari.
 
"Kemudian yang kedua, bagaimana puasa Ramadan ini juga kita menggalang kebaikan untuk kepentingan saudara-saudara kita yang lain yang menderita, yaitu kita kumpulkan zakat fitrah, zakat maal, dan sebagainya sebagai perintah Allah semata. Allah memerintahkan kepada kita semuanya jangan dilupakan itu, untuk pembersihan diri kita dari harta-harta yang sekiranya belum bersih, dari harta-harta kita yang perlu dijaga, uang yang di dalam dompet kita. Karena di dalam harta kita ada hak orang lain, maka itu mari kita lakukan bersama-sama untuk beramal, bersodakoh dan membayar zakat," lanjutnya.
 
"Yang ketiga, kita lakukan dengan penuh kesederhanaan, tidak perlu hura-hura, tidak perlu makan-makanan yang aneh-aneh, tapi jika ada yang menyiapkan makanan dari UKM, ya belilah. Belilah supaya mereka di masa pandemi seperti ini membantu mereka untuk bisa bangkit kembali dari keterpurukan," pungkasnya.