single
Untari Yakin Sekolah Tatap Muka Menjadi Keinginan Semua Siswa

Rencana pembelajaran tatap muka sebenarnya masyarakat udah siap, Meskipun tetap dengan mentaati Prokes. Bahkan ketua fraksi PDIP DPRD provinsi Jatim DR.Dra. Sri Untari M.A.P membandingkan perumpamaan kegiatan jual beli di pasar tradisional dengan sistem pembelajaran di sekolah.

"Aktivitas di pasar ya tetap saja seperti itu, dan orangnya juga berganti-ganti. Kalau di pasarkan sama dengan di sekolah, malah lebih bagusan di sekolah daripada di pasar. Kelihatannya pandemi covid ini memang tetap banyak korban, tapi kita masing-masing menyadari bahwa pandemi ini memang masih berjalan dan vaksin sudah dilaksanakan. Dan masyarakat sudah mulai wear dengan lingkungan," terang Anggota komisi E ini.

"Rencana pembelajaran tatap muka memang seharusnya segera bisa dimulai. Kasihan sekolahnya itu sudah pada rusak parah, nggak ada yang menghuni. Yang kedua anak-anak juga sudah mulai jenuh di rumah, jenuh di rumah tidak mendapatkan sentuhan kasih sayang dari gurunya secara langsung. Beda lho tatap muka dengan tatap HP," sambung Untari. 

Ketua umum Dekopin ini menambahkan, keinginan para siswa dan orang tuanya agar rencana pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, mengingat sekolah Tatap Muka memiliki energi positif yang diberikan oleh para guru dan anak-anak. 

"Saya kira anak-anak jauh lebih mudah dikendalikan daripada pedagang pasar. Artinya dengan Prokes itu kita bisa jalan ya kita mulai saja. Nanti kalau ada hal yang sekiranya menjadi kendala, ya tidak apa-apa. Kalau kita terus takut, nanti hasil pendidikan akan rendah, anak-anak menjadi pemalas, tidak punya semangat, tidak punya motivasi untuk bersaing. Jadi saya yakin kalau sekolah tatap muka dilaksanakan, Insya Allah semua baik-baik saja," pungkasnya.