single
Untuk Meningkatkan hasil Usaha Wirausaha Butuh Modal Segar

Suara Indrapura : Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Sahat Tua Parulian Simanjuntak, SH anggota Komisi A DPRD jatim mengatakan kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah). Milik Warga Negara Indonesia. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar dan berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi. Katanya

Secara harafiah dirinya menambahakn para usaha kecil menengah paling tidak memiliki modal seperti itu, tapi apakah jika masyarakat tidak memiliki modal seperti yang diamanatkan UU No. 9/1995 tidak diperbolehkan melakukan kegiatan usaha ? Karena permasalahn yang terjadi hampir mayoritas masyarakat kecil tidak memiliki modal seperti itu. Oleh karena itu permasalahan Keuangan yang membuat masyarakat pemodal gurem selalu kalah bersaing, adalah buntunya akses terhadap lembaga keuangan. Sehingga kebanyakan para pengusaha gurem di desa-desa tak punya pilihan lain kecuali mengambil kredit dari para rentenir. Kadang, rentenir dimaksud juga memiliki izin koperasi. Bunganya sangat tinggi. Belum lagi, angsuran sepedamotor yang diambil dari lembaga leasing, bunganya juga sangat mencekik. Karena diusulkan agar Pemerintah Provinsi mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh agar menggiatkan BUMD terakit untuk menyelamatkan sektor keuangan usaha gurem. Termasuk di dalamnya dengan menyelenggarakan leasing yang lebih ”beradab” secara keekonomian.paparnya

Menurutnya adanya wacana Re-denominasi terhadap mata uang rupiah. Walaupun masih pada tahap wacana, tetapi telah cukup mengguncang psikologi para pengusaha golongan UMKM. Wacana ini telah menimbulkan ketakutan, karena membingungkan rakyat dan dipahami sebagai harga uang dipotong. Karena itu diharapkan wacana re-denominasi mata uang rupiah tidak dilanjutkan. Paparnya (Aris)