single
Upaya Perbaikan Infrastruktur di Dapil Sudah Saya Upayakan Masksimal

Tingginya jumlah peternak  sapi dan kambing di kabupaten Kediri yang kena imbas wabah PMK ini tak urung banyak mengadukan keluh kesahnya ke Sri Hartatik, anggota  Komisi D DPRD Jatim yang berasal dari wilayah Dapil  Jatim VIII meliputi Kota  dan Kabupaten Kediri.   Menurut Hartatik sebenarnya sebagai anggota Komisi D,  ia tidak punya wewenang  memberikan komentar dan solusi bagi para peternak dan petani yang sebenarnya ranah Komisi B.  Tapi sebagai wakil rakyat ia merasa terpanggil untuk memberi komentar dan solusi. Jumlah ternak milik warga yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, semakin meluas hingga 871 kasus  kurun waktu dua pekan. Sehingga pemerintah daerah, jajaran Forkopimda dan DKPP Kabupaten Kediri memutuskan tindakan cepat untuk  menutup sementara pasar hewan. Padahal, pemkab sudah memperketat lalu lintas ternak dari kabupaten/kota lain yang hendak masuk ke pasar di Kabupaten Kediri di  delapan titik check point. Penutupan pasar sebagai jalan yang dinilai terbaik  yang diharapkan kasus PMK dapat dikendalikan.

 “ Juli ini sudah 4 bulan sejak merebaknya wabah PMK yang menyerang hewan ternak . Dan sampai detik ini belum menunjukkan gelagat mereda. Pemerintah harus segera memberikan formula/komposisi obat ada yang bisa menghentikan  wabah, sehingga penyebarannya bisa ditekan. Pemerintah hendaknya aktif memberkan pendampingan  kepada peternak supaya bisa menyelamatkan hewan hewan ternaknya,  sehingga kalaupun mengalami kerugian karena ternaknya sakit dan mati, tetapi tidak sampai fatal. Dan ini sifatnya urgent tindakan solutif  ini Dinas Peternakan segera turun memberikan penyuluhan secepatnya. ” kata satu satunya anggota perempuan di fraksi Partai Golkar ini.        

 Ia sendiri mengaku pusing karena  termasuk pengusaha yang  juga menekuni usaha ternak sapi. Selain peternak ia juga  kerap menghadapi keluhan petani soal kelangkaan pupuk juga kualitas bantuan bibit yang rendah, sehingga tidak layak dikembangkan. Ini tidak hanya ia terima saat menggelar reses, tapi juga di  hari hari biasa.

“ Selain peternak, petani juga diprioritaskan, walaupun insfrastruktur telah banyak menggerus lahan  pertanian, petani  tetap dapat fokus utama. Mereka diberi kegiatan penyuluhan pendampingan  secara konsisten, juga adopsi tehnologi, ketersediaan bibit, pupuk yang terjamin. Sehingga kelanjutan dan keberlangsungan produksi pertanian tetap stabil,  Saya sebagai anggota Komisi D  ( Pembangunan) yang fokus pada upaya upaya perbaikan insfrastruktur, perbaikan jalan, jembatan dan lain lain di wilayah dapil sudah saya upayakan secara maskimal.” tutupnya.

            Sebenarnya,  Indonesia  sudah diakui  bebas PMK sejak 1986 dan mendapatkan pengakuan internasional pada 1990. Tapi ternyata sejak awal April  2022, PMK kembali mewabah di Indonesia yang pertama kali ditemukan di Medan  lalu merebak ke  241 kota di 21 provinsi di Indonesia. Ironisnya, provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama kasus tertinggi PMK dengan jumlah 141.130 kasus.  Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 56.680 kasus  berada di posisi kedua dan  posisi ketiga diduduki Jawa Tengah dengan dengan 44.860 kasus.  Jenis hewan ternak yang paling banyak terjangkit  penyakit  PMK ini yaitu  sapi dengan total sebanyak 353.215 ekor, kedua, kerbau 6.256 ekor, dan  terakhir , kambing 1.622 ekor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak melalui Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022.