gerbang baru nusantara

Komisi E DPRD Jatim Belum Setuju, Sekolah Tatap Muka

Komisi E DPRD Jatim Belum Setuju, Sekolah Tatap Muka

Anik Hasanah
Senin, 23 November 2020
Bagikan img img img img

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim berencana mengizinkan dibukanya kembali sekolah tatap muka pada awal Januari 2021 nanti. Khusus untuk Jawa Timur, anggota Komisi E DPRD Jatim, Sri Subiati belum setuju.

Pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk melakukan pemetaan zona sesuai status Covid 19 sebelum memberlakukan kebijakan belajar mengajar secara tatap muka.

Menurut politisi wanita asli Pacitan ini, kondisi Covid Jatim yang mengalami kenaikan dari zona kuning dan oranye yang beberapa diantaranya jadi zona merah, perlu menjadi pertimbangan sebelum memutuskan mengijinkan kegiatan belajar tatap muka.

"Tadi hearing dengan dinas kesehatan menyebutkan jumlah positif di Jatim naik lagi. Kemarin memang sempat melandai, sekarang naik lagi. Saya selaku ketua fraksi belum setuju," ujarnya, Senin (23/11/2020).

"Potensinya masih tinggi apalagi vaksin yang selama ini dikabarkan masih belum ada kepastian," ungkap Bu Anti sapaan akrab Sri Subiati, usai hearing dengan Dinas Kesehatan Jatim.

Anggota komisi E DPRD Jatim ini juga mengingatkan, kalaupun sudah ada vaksin yang dikabarkan di bulan Desember 2020, tetapi tidak langsung diberikan untuk semua orang, namun mendahulukan para pekerja dengan resiko tinggi Covid 19.

"Tapi yang didahulukan adalah mereka yang beresiko tinggi seperti tenaga kesehatan, TNI, Polri, Satgas Covid dan yang lainnya yang memang diprioritaskan," katanya.

Karena itu, dia meminta baik Pemprov maupun Pemkab atau Pemkot melakukan sinergi antara dinas pendidikan dengan dinas kesehatan untuk memetakan wilayah apa status zonanya.

"Saya minta pemda meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan setempat sebelum memutuskan melakukan pembelajaran tatap muka," pintanya.

Maka, lanjutnya, Dinas Pendidikan harus bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat. Kalau memang Dinas Kesehatan setempat mengizinkan, maka sekolah tatap muka bisa dilaksanakan. Tapi kalau zonanya mengkhawatirkan, ia minta ditunda.

"Tapi untuk Jatim keseluruhan jangan di gembyah uyah (sama rata) untuk pelaksanaan belajar tatap muka. Sebaiknya sesuai zona wilayah masing masing," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu