Ungkit Perekonomian Daerah Ditengah Pandemi, Dewan Jatim Berharap Keberadaan KIH Diperluas
Ungkit Perekonomian Daerah Ditengah Pandemi, Dewan Jatim Berharap Keberadaan KIH Diperluas
Anggota Komisi B DPRD Jatim Eko Prasetyo Wahyudiarto mengatakan pihaknya mendukung didirikannya kawan industry halal (KIH) yang saat ini sedang digarap Pemprov Jatim dikawasan Sidoarjo. Politisi asal Partai Demokrat ini berharap ke depan KIH ini diperluas dibeberapa daerah di Jatim, terlebih untuk membantu para pelaku UMKM agar bisa bangkit ditengah pandemic.
“ Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia bisa masuk sepuluh besar dalam peringkat 10 besar industri makanan halal dunia.Menurut State of Global Islamic Economy 2019-2020, halal food Indonesia belum masuk sepuluh besar dunia. Kalau fashion halal sudah. Maka pemprov Jatim ingin siapkan halal industrial estate," kata pria asal Pacitan ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (1/12/2020).
Pria yang akrab dengan wartawan ini mengatakan kehadiran KIH tersebut merupakan salah satu jawaban untuk mengungkit perekonomian di Jatim ditengah pandemi covid-19 khususnya para pelaku UMKM.
“Bagi IKM dan UKM, Ini seperti mimpi jadi kenyataan karena tiba-tiba punya peluang, mereka bisa punya pabrik. Dan tentunya kami berharap KIH ini diperluas dibangun dibeberapa daerah di Jatim,”jelasnya.
Kawasan Industri Halal sendiri adalah suatu area yang dikhususkan untuk produksi dan tempat penyimpanan produk halal. Dimana integritas suatu produk halal dijamin oleh kawasan melalui sistem dan prosedur halal yang ketat.
Kawasan Industri Halal ini merupakan pengembangan kawasan indistri di Safe N Lock berdiri di atas lahan seluas ± 410 hektar. Lahan kawasan industri halal ini direncanakan total 148 hektar. Sebagai pengelola, PT. Makmur Berkah Amanda siap menambah luasan kawasan industri halal, terutama untuk sektor pariwisata, makanan dan minuman, kosmetik hingga kesehatan.










