Sepanjang 2020, DPRD Jatim Tetapkan 56 Produk Hukum
Sepanjang 2020, DPRD Jatim Tetapkan 56 Produk Hukum
Selama tahun 2020, sudah ada 56 produk hukum yang telah ditetapkan oleh DPRD Jatim. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad, dalam Laporan Kinerja Tahunan DPRD Jatim, Senin (21/12/2020).
Antara lain, satu Peraturan DPRD, sebanyak 11 Persetujuan Bersama DPRD, sebanyak 10 Keputusan Pimpinan DPRD, dan sebanyak 34 Keputusan DPRD.
"Kegiatan tahunan DPRD tahun 2021 telah dituangkan dalam rencana kerja DPRD tahun 2021, yang telah disampaikan dalam rapat Badan Musyawarah dan ditetapkan, melalui Keputusan DPRD," tegasnya.
Dan untuk tahun 2021 nanti, ada sebanyak 28 Raperda terdiri dari 17 Raperda usulan prakarsa DPRD, dan 11 Raperda usulan eksekutif, yang telah ditetapkan dalam Propemperda Provinsi Jawa Timur tahun 2021.
"Kami berharap, agar Raperda tahun 2021 nanti dapat segera dibahas dan direalisasikan pembahasannya pada masa masa persidangan satu, masa persidangan dua, maupun masa persidangan tiga. Sehingga target fungsi legislasi, atau fungsi pembentukan Peraturan Daerah, dapat tercapai," tuturnya.
Pimpinan DPRD Jatim juga mengapresiasi dan ucapan terima kasih kepada anggota legislatif yang telah memanfaatkan haknya sebagai anggota DPRD. Yakni telah mengajukan rancangan Peraturan Daerah. Hal ini membuktikan, bahwa tahun 2020, Raperda usul prakarsa DPRD banyak yang sudah dilakukan pembahasan.
"Dan juga ada yang sudah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Jawa Timur, untuk menyikapi situasi dan kondisi yang ada di Jawa Timur," tegasnya.
Seperti Raperda Keamanan dan Ketertiban umum, bertepatan dengan kondisi Jawa Timur melakukan regulasi terkait penanganan Covid-19. Perda ini, digunakan oleh Kabupaten Kota sebagai patung hukum untuk mengambil kebijakan.
Kemudian prakarsa Desa Wisata, perlindungan Obat Tradisional, perlindungan Pekerja Migran pengembangan Pesantren, tenaga Keperawatan, pengelolaan sampah, juga pemberdayaan organisasi masyarakat.
"Semua ini dilakukan untuk menyikapi kondisi di Jawa Timur, yang terkait dengan semua lini maupun strata diseluruh lapisan masyarakat Jawa Timur," tandasnya.










