Aufa Zhafiri Tawarkan Solusi Ini untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk Berubsidi
Petani di beberapa daerah kembali sambat tentang kelangkaan pupuk bersubsidi. Diantaranya dikeluhkan petani Bojonegoro saat acara Jumat Curhat yang digelar Polres setempat.
Petani di beberapa daerah kembali sambat tentang kelangkaan pupuk bersubsidi. Diantaranya dikeluhkan petani Bojonegoro saat acara Jumat Curhat yang digelar Polres setempat.
Persoalan serupa diakui anggota Komisi B DPRD Jatim Aufa Zhafiri saat beberapa kali terjun langsung ke masyarakat. Termasuk di Dapinya, Malang Raya.
Politisi Partai Gerindra ini pun menawarkan solusi terkait kelangkaan pupuk bersubsidi. Yaitu dengan mengubah cara bertanam padi yang lebih baik menggunakan pupuk nonsubsidi.
"Dengan cara lama, pupuk bersubsidi dengan modal 1000 untungnya 2000. Sedangkan dengan teknik baru lebih modern menggunakan pupuk nonsubsidi, misalnya modal 4000 tapi hasilnya 10000. Piliha mana," jelas alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga ini.
Diungkap, jika ada petani yang berminat Aufa bahkan siap menfasilitasinya. Sebab tak bisa dipungkiri banyak petani yang masih resisten terhadap teknik baru tersebut. Sementara pupuk bersubsidi memang kuotanya terbatas.
Solusinya, kata Aufa, petani diedukasi bertanam modern. Beli pupuk nonsubsidi tapi teknik diubah, dengan hasil lebih maksimal dibanding pupuk subsidi.
"Ada program kerja sama dengan produden pupuk. Dibina sampai panen hasinya sudah ada yang beli. Tapi banyak yang resisten. Ijon juga masih banyak. Sistem harus diubah pelan-pelan," pungkas politisi yang hobi basket ini.










