Rachmawati Peni Sutantri Jadi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Lewat PAW
Kota Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim kembali memiliki 27 orang sesuai dengan jumlah lengkap semula. Hal ini terjadi usai dilantiknya Rachmawati Peni Sutantri dalam rapat paripurna pada Senin, (5/6/2023). Peni menjadi anggota DPRD Jatim melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan SW Nugroho yang wafat Desember tahun lalu.
Kota Surabaya – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim kembali memiliki 27 orang sesuai dengan jumlah lengkap semula. Hal ini terjadi usai dilantiknya Rachmawati Peni Sutantri dalam rapat paripurna pada Senin, (5/6/2023). Peni menjadi anggota DPRD Jatim melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan SW Nugroho yang wafat Desember tahun lalu.
Dalam pengambilan sumpah janji Peni yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Jatim Kusnadi dan disaksikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad menyampaikan ucapan selamatnya. "Kami ucapkan selamat kepada saudara. Selamat datang di gedung DPRD Jatim dan selamat bertugas," ujar Anwar Sadad yang menjadi pimpinan sidang dalam rapat paripurna tersebut.
Sebagai informasi, Peni memiliki track record yang cukup baik didunia politik salah satunya menjadi anggota dewan pada periode 2004-2009. Pada Pemilu 2019 lalu, Peni berangkat dari dapil Jatim X yang meliputi wilayah Mojokerto Raya serta Jombang dan mendapat 26.910 suara. Peni merupakan caleg PDI Perjuangan dengan peringkat ketiga di bawah mendiang SW Nugroho dan Gatot Supriyadi.
Usai dilantik menjadi anggota DPRD Jatim, Peni lantas ditugasi PDI Perjuangan di Komisi B Bidang Perekonomian, yakni posisi yang sama saat ditinggalkan SW Nugroho.
"Perjuangan Mas Nugroho di Komisi B akan saya lanjutkan. Program di dapil juga akan saya teruskan. Itu akan ditambah dengan program saya," terang Peni saat ditemui seusai pengambilan sumpah janji.
Karena sudah memasuki tahun politik, Peni tak memungkiri dirinya harus gaspol. Sebab, efektivitas program bakal berpengaruh pada suara partai nantinya di Pemilu 2024. "Kekosongan enam bulan ini juga harus saya kejar. Targetnya kami bisa menang di dapil X. Kalau dulu dua kursi, maka Pemilu 2024 harus tambah kursi," jelasnya.










