gerbang baru nusantara

Gelar FGD, Komisi A Sosialisasi Resiko Pernikahan Dini pada Remaja

Kab. Lamongan - Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur H. Samwil menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Resiko Pernikahan Dini pada Remaja Millenial” di Tanjung Kodok Beach Resort Lamongan, Sabtu (16/9/2023).

Wanto
Sabtu, 16 September 2023
Bagikan img img img img
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur H. Samwil menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Resiko Pernikahan Dini pada Remaja Millenial”.

Kab. Lamongan  - Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur H. Samwil menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Resiko Pernikahan Dini pada Remaja Millenial” di Tanjung Kodok Beach Resort Lamongan, Sabtu (16/9/2023).

Samwil mengatakan, FGD ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka pernikahan dini di Jawa Timur mengingat angka pernikahan dini khususnya di daerah terpencil di Jawa Timur masih sangat tinggi.

“Kegiatan hari ini merupakan upaya kami untuk mengedukasi masyarakat khususnya di wilayah Lamongan  terkait bahaya pernikahan dini pada remaja, sehingga dapat meminimalisir angka pernikahan dini yang masih tinggi,” ujar Samwil.

“Hal ini terbukti dengan banyaknya orang tua yang meminta dispensasi kepada KUA agar anaknya yang masih dibawah umur dapat melakukan pernikahan,” imbuhnya.

Samwil menjabarkan salah satu resiko pernikahan dini adalah peningkatan angka kemiskinan di Jawa Timur, sehingga salah satu upayanya yaitu dengan menuntaskan program wajib belajar 12 tahun. 

"Sebenarnya pemerintah sudah memiliki program yang baik yaitu program wajib belajar 12 tahun yang seharusnya dapat menekan angka pernikahan dini. Namun sekali lagi edukasinya mungkin masih kurang masif, untuk itu perlu kita tingkatkan agar membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pernikahan dini," jelasnya. 

Samwil juga berharap peran serta seluruh kalangan mulai dari pemerintah pusat hingga RT/RW dapat membantu menjaga dan mengedukasi terkait pencegahan pernikahan dini. 

"Perlu sinergitas seluruh kalangan pemerintahan hingga RT/RW agar edukasi juga dapat dilakukan siapapun dan dimanapun. Sehingga angka pernikahan dini juga menurun dan kesadaran masyarakat terkait resiko pernikahan dini juga meningkat," tutup Samwil.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu