gerbang baru nusantara

Madura Diterjang Banjir, Legislator Abdul Halim Ungkap Kembali PSN Waduk Blega

Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa pembangunan waduk di Kecamatan Blega, Madura menjadi salah satu peredam banjir di Madura. Pasalnya, bencana banjir di Pulau Garam ini selalu jadi penghambat jalur nasional penghubung di empat Kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Gegeh Bagus S
Kamis, 14 Maret 2024
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura, Abdul Halim

Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa pembangunan waduk di Kecamatan Blega, Madura menjadi salah satu peredam banjir di Madura. Pasalnya, bencana banjir di Pulau Garam ini selalu jadi penghambat jalur nasional penghubung di empat Kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura, Abdul Halim saat dikonfirmasi, Kamis (14/3). Menurutnya, PSN Waduk Blega sudah direncanakan lama bahkan sudah membuat master plan mentahan sudah didapatkannya.

"Sebetulnya sudah ada PSN berupa pembangunan Waduk Blega. Karena ini sebuah rencana yang sudah ada, insya Allah kalau DED-nya dan master plan yang mentah itu juga ada menurut gambaran yang saya dapatkan bahwa ketika Waduk Blega bisa terealisasi, banjir di Madura tidak akan pernah terjadi lagi," ungkapnya.

Abdul Halim yang juga Ketua Komisi C DPRD Jatim ini menyebutkan bahwa selain bisa mengatasi persoalan banjir, adanya Waduk Blega tentunya akan mengaliri persawahan untuk kebutuhan air bagi masyarakat di Kabupaten Bangkalan.

"Nah, kenapa banjir kali ini heboh, karena ini akses nasional. Jadi menutup akses nasional antara Bangkalan ke Sampang maupun sebaliknya. Kalau Blega itu lumpuh, ya lumpuh semuanya di 4 Kabupaten," jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan, di wilayah Kecamatan Arosbaya ini statusnya jalan nasional yang menghubungkan antar empat Kabupaten. "Akses ini menjadi satu-sarunya penghubung di 4 Kabupaten," imbuhnya.

Maka, lanjut dia, perlu adanya penanganan khusus agar bencana banjir di Madura tidak terjadi lagi. Sebab, Politisi yang terpilih kembali di DPRD Jatim periode 2024-2029 ini mengaku prihatin atas bencana banjir yang selalu melanda sebagian besar Madura.

Dibeberkannya, pada peristiwa bencana banjir di tahun 2022 lalu menyebabkan korban hingga meninggal dunia.

"Sekitar 2 tahun lalu musibah banjir di tempat sama yakni Kecamatan Arosbaya itu sampai ada yang meninggal dunia. Tentu hal ini menjadi keprihatinan kita bersama tentang bencana yang menyebabkan korban jiwa," bebernya.

Abdul Halim pun saat berada di Komisi D telah melakukan berbagai hal guna meredam banjir di Madura. Mulai dari normalisasi sungai hingga perbaikan saluran bersama komisi yang membidangi pembangunan ini.

"Kami sudah melakukan banyak hal yang tentunya belum secara maksimal karena memang keterbatasan anggaran. Tetapi, kita pernah melihat lokasi secara langsung saat saya masih di Komisi D, bersama rombongan komisi D itu datang ke lokasi di sungai Blega dan wilayah sungai Arosbaya," terangnya.

Secara kasuistik, Abdul Halim menjelaskan bahwa dua wilayah yakni Arosbaya dan Blega itu berbeda cara penangannya. Perbedaannya itu, di Blega kiriman dari kecamatan yang berada di atas.

"Artinya banjir kiriman yang memang terjadi karena faktor tidak adanya hutan-hutan yang menjadi penahan air pada saat hujan. Sehingga air itu turun menuju ke sungai Blega. Selain penyebab itu, kata di, adanya sendimen dari sungai Blega itu sangat tebal," katanya.

"Alhamdulillah, waktu saya di Komisi D hadir di lokasi itu dan melakukan pemetaan. Akhirnya 2022 kemarin terjadi kegiatan normalisasi yang kedepan mau kita planingkan untuk membuat sudetan atau dibuat embung di sepanjang pinggir sungai Blega. Sehingga debit air pada waktu hujan tidak langsung turun," tambahnya.

Kalau daerah Arosbaya, lanjutnya, karena air rob. Selain ada kiriman dari wilayah Kecamatan Geger, juga karena air rob. "Jadi, pada saat hujan deras air yang semestinya lari ke laut itu ternyata pasang sehingga meluber ke daratan. Sehingga kita benahi saluran-saluran yang menyumbat sehingga menyebabkan meluap ke penduduk," ulasnya.

Untuk diketahui, banjir di Bangkalan membuat wilayah Kecamatan Arosbaya terendam. Banjir yang meluas menyebabkan akses lalu lintas lumpuh. Selain melumpuhkan akses jalan raya, banjir merendam enam desa di Kecamatan Arosbaya. Bahkan lebih 2.000 jiwa terdampak banjir.

Kalaksa BPBD Bangkalan, Geger Heri, mengatakan hingga kini terdapat enam desa yang terdampak banjir di Kecamatan Arosbaya. Enam desa tersebut adalah Desa Arosbaya, Buduran, Plakaran, Balung, Tengket, dan Tambegan.

Sementara itu, Kapolsek Arosbaya Iptu Sys Eko mengaku, dari total enam desa, terdapat lebih dari 2.000 jiwa terdampak banjir. Pihaknya berupaya melakukan evakuasi warga dan memindahkan ke penampungan sementara.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu